Skip to main content
Iklan

Indonesia

ASN resah mesti pindah ke IKN, Jokowi: bisa diundur jika belum siap

Presiden Joko Widodo mengatakan tidak ingin memaksakan perpindahan aparat sipil negara ke Ibu Kota Nusantara yang dijadwalkan pada bulan September.

ASN resah mesti pindah ke IKN, Jokowi: bisa diundur jika belum siap

Presiden Joko Widodo meninjau rumah ASN di IKN, 12 Agustus 2024. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

14 Aug 2024 11:41AM (Diperbarui: 14 Aug 2024 05:57PM)

IKN: Di tengah isu keresahan para aparatur sipil negara (ASN) yang mesti pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak ingin memaksakan kepindahan yang direncanakan pada bulan September jika fasilitasnya belum siap.

"Rencana masih September, tetapi juga melihat di sini. Sekali lagi kita tidak ingin memaksakan," kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan usai meresmikan Plaza Seremoni Sumbu Kebangsaan di IKN, Rabu (14/8).

Di sosial media, sebagian dari ASN resah ketika tahu bakal dipindahkan, mulai dari skeptis atas iming-iming pemerintah dan takut ongkos biaya hidup yang akan lebih mahal, hingga enggan jauh dari keluarga serta fasilitas yang belum memadai.

Dilansir dari Antara, Kepala Negara mengatakan bahwa kepindahan ASN disesuaikan dengan kondisi di lapangan, seperti sudah siapnya rumah susun (rusun) ASN untuk dihuni.

"Kalau memang tidak siap, ya diundur. Tidak mau memaksakan sesuatu yang belum siap," kata Presiden.

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas, sekitar 1.700 pegawai ASN akan pindah ke IKN mulai Oktober mendatang.

"Dari hunian yang disiapkan insya Allah sampai Oktober akan selesai 47 tower," kata Anas pada Senin lalu, dikutip dari Detik.

Anas menjelaskan tower apartemen tersebut akan dibagi sebagian untuk ASN dan sebagian lagi untuk TNI-Polri.

Kementerian PAN-RB juga telah menyiapkan skenario untuk penghuni apartemen, di mana ada skema penghuni sharing dan tidak sharing.

Apabila huniannya sharing, diperkirakan akan ada sekitar 3.200 ASN yang pindah ke IKN pada periode awal. Sedangkan kalau tidak sharing, akan ada sekitar 1.700 ASN yang pindah.

"Tapi atas arahan pak Presiden dari rapat terbatas terbaru, bagi mereka yang sudah menikah tidak lagi sharing di apartemennya. Supaya ada fokus dari ASN yang akan pindah, sehingga jangan khawatir temen-temen yang muda yang akan pindah mereka tidak akan sharing, bisa dengan keluarga dan putra-putrinya," jelasnya.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Source: Others/jt

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan