Shin Tae Yong jadi penerima pertama dari Jokowi, apa itu Golden Visa?
Warga Negara Asing (WNA) yang menerima Golden Visa akan mendapatkan sejumlah eksklusivitas khusus misal izin tinggal di Indonesia yang lebih lama.
JAKARTA: Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong (STY), menjadi penerima pertama golden visa yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (25 Juli) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.
STY menjadi orang pertama yang menerima fasilitas tersebut sejak diluncurkan.
Golden visa adalah izin tinggal untuk Warga Negara Asing (WNA) selama lima hingga sepuluh tahun dengan syarat melakukan investasi di Indonesia dalam jumlah yang telah ditentukan.
"Golden visa ini diluncurkan untuk memberikan kemudahan bagi WNA dalam berinvestasi dan berkarya di Indonesia. Kami berharap dapat menarik lebih banyak good quality travelers yang akan mendukung investasi dan produktivitas negara," ucap Jokowi dalam sambutannya dilansir dari CNN Indonesia.
Kepala Negara menegaskan pentingnya seleksi yang ketat bagi WNA yang mendapatkan golden visa untuk menghindari masuknya pihak-pihak yang berpotensi berbahaya ke Indonesia.
Adapun pemberian golden visa tidak hanya berdasarkan investasi semata, misal dalam kasus STY.
Untuk memperoleh golden visa, investor individu yang tidak mendirikan perusahaan di Indonesia harus membeli obligasi pemerintah RI, saham perusahaan publik, atau deposito sebesar 350 ribu Dollar AS untuk izin tinggal 5 tahun dan 700 ribu Dollar AS untuk izin tinggal 10 tahun.
Sementara itu, investor asing individu yang akan mendirikan perusahaan di Indonesia harus berinvestasi senilai 2,5 juta Dollar AS untuk dapat tinggal 5 tahun dan 5 juta Dollar AS untuk mendapat izin tinggal 10 tahun di Indonesia.
Investor asing korporasi yang akan mendirikan perusahaan di Indonesia harus menanamkan modal sebesar 25 juta Dollar AS untuk memperoleh golden visa dengan masa tinggal 5 tahun bagi direksi dan komisarisnya.
Investasi sebesar 50 juta Dollar AS akan memberikan lama tinggal 10 tahun.
WNA yang memperoleh golden visa akan mendapatkan berbagai manfaat eksklusif, seperti izin tinggal dengan jangka waktu yang lebih lama dan kemudahan keluar masuk Indonesia tanpa perlu mengurus Izin Tinggal Terbatas (ITAS) ke kantor imigrasi.
Presiden Jokowi berharap agar kebijakan golden visa ini segera disebarluaskan secara masif ke berbagai kanal, sehingga dapat menjangkau top investor dan top global talent.
"Saya berharap duta besar negara sahabat dapat menyampaikan kebijakan ini di negara masing-masing untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan mempererat persahabatan antar negara," kata presiden.
Shin Tae Yong mengungkapkan awalnya dia bingun ketika pertama kali dihubungi untuk menerima golden visa.
"Jujur, sebelumnya saya tidak tahu ada golden visa. Ketika pertama kali dihubungi, saya sedikit bingung. Namun, setelah mengetahui lebih lanjut, apalagi dengan penyerahan langsung oleh presiden, saya sangat senang dan merasa berarti," ucap pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu dikutip dari CNBC Indonesia.
STY mengaku bangga atas kerja kerasnya selama 4,5 tahun yang mendapatkan pengakuan baik dari masyarakat, pemerintah, hingga presiden Jokowi.
"Golden visa ini membuat saya merasa perlu bekerja lebih keras lagi untuk sepakbola Indonesia. Meskipun sepakbola Indonesia saat ini masih di bawah dalam peringkat, kita harus bekerja keras agar bisa mencapai Piala Dunia yang akan datang."
Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Silmy Karim mengeklaim bahwa sudah ada 270 pihak yang berminat melamar golden visa Indonesia.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini