Ricuh dan pingsan di open house Lebaran Jokowi, Istana minta maaf
Tiga warga dilarikan ke rumah sakit akibat berebutan sembako di acara open house Jokowi.
JAKARTA: Kericuhan terjadi di acara open house Lebaran 2024 yang digelar Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Jakarta, Rabu (10 April).
Kekacauan terjadi terutama ketika warga mengantre sembako pemberian Istana.
Ada 3.300 paket sembago yang disediakan Istana secara selektif kepada warga yang dinilai sangat membutuhkan.
Banyak yang tersungkur pingsan dan mengalami luka terbuka.
Tiga orang dilaporkan dilarikan ke rumah sakit dengan satu di antaranya mengalami luka di pelipis.
"Ramai banget di dalam, desak-desakan. Orang-orang tuh sampai ada yang keinjak, bahkan bengkak karena memar," cerita Hana (56), kepada Kompas.com.
"Saya juga pingsan tadi, lemas. Ini langsung dikasih inhaler dari pihak sana (petugas)," lanjut Hana.
Perempuan dari Bekasi itu pingsan setelah ia berhasil mengambil sembako dari posko.
"Habis salaman sama Jokowi itu kan dibagikan kupon, langsung saya antre.”
Warga berdesak-desakan di akses masuk di Kompleks Kemensetneg berebut untuk masuk menghadiri jamuan umum Lebaran Presiden Jokowi.
Banyak yang masuk dengan terburu-buru hingga berlari.
Bahkan rombongan terakhir yang masuk tak melewati skrining dan pintu detector.
Sebagian dari mereka terlihat membawa tas hingga ponsel. Padahal rombongan warga yang masuk sebelumnya wajib menitipkan barang bawaannya dan tak diperkenankan membawa apa pun ke dalam lokasi.
Kerumunan dan desakan antarwarga hingga petugas tak terhindari.
Istana menyampaikan permintaan maaf atas kericuhan itu.
Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Yusuf Permana memahami antusias masyarakat yang luar biasa untuk bertemu dengan Jokowi.
"Iya kami memahami antusias masyarakat yang ingin hadir open house di Istana bersama Presiden dan Ibu Negara. Kami sangat menghormati dan sangat menghargai serta mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang datang ke Istana," kata Yusuf dikutip detikNews