Jokowi peringatkan Indonesia akan diterjang gelombang panas dari Juli hingga Oktober
Jokowi mewanti-wanti gelombang panas dapat berdampak pada ketersediaan pangan Indonesia.
JAKARTA: Presiden Joko Widodo memperingatkan bahwa Indonesia akan mengalami gelombang panas dan kekeringan selama empat bulan mendatang.
Jokowi mewanti-wanti kondisi cuaca tersebut dapat berdampak pada ketersediaan pangan di dalam negeri.
Menurut Kepala Negara, hampir seluruh negara di dunia terdampak oleh gelombang panas dan kekeringan yang berkepanjangan.
Kondisi ini menyebabkan banyak negara mengalami penurunan produksi beras.
"Banyak negara yang sebelumnya mengekspor beras kini menggunakan untuk kebutuhan sendiri. Negara kita juga sama. Perkiraan dari BMKG, ini akan terjadi pada Juli, Agustus, September, dan Oktober," kata Jokowi di Desa Bapeang, Kabupaten Kotawaringin timur, Kalimantan Tengah, Rabu (26 Juni), melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden berusia 63 tahun itu menuturkan pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi potensi gelombang panas, yaitu melalui kebijakan pompanisasi.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan puluhan ribu unit pompa ke seluruh Indonesia.
Pompa-pompa tersebut akan dipasang di sumber-sumber air besar dan dialirkan ke sawah-sawah para petani. Harapannya, sawah tidak ikut mengalami kekeringan dan produksi pangan pun dapat tetap terjaga.
"Untuk apa? Ya seperti ini, air yang di bawah sawahnya agak ke atas, tidak bisa naik ke atas gara-gara tidak ada pompa. Tapi ini menjadi sangat krusial," kata Jokowi.
Suami Iriana itu mengeklaim bahwa keberadaan pompa tersebut mampu meningkatkan frekuensi panen.
"Yang dulunya dua kali panen bisa jadi tiga. Yang sebelumnya satu kali panen bisa jadi dua atau tiga," ujar mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Pemerintah sendiri sudah mendistribusikan 31 pompa di Kotawaringin Timur yang bisa mengairi 435 hektare dari total 7.600 hektare potensi sawah tadah hujan yang ada.
Jokowi mengatakan pompanisasi di seluruh Indonesia akan dimulai dengan distribusi awal sebanyak 20 ribu unit pompa, yang kemudian akan ditingkatkan menjadi sekitar 70 ribu unit.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini