Skip to main content
Iklan

Indonesia

Waspada! Polisi ungkap jam paling rawan kecelakaan mudik Lebaran, pukul berapa?

Salah satu penyebab kecelakaan paling dominan adalah gagal menjaga jarak aman.

Waspada! Polisi ungkap jam paling rawan kecelakaan mudik Lebaran, pukul berapa?

Sekeluarga bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan setelah beristirahat di pinggir jalan di Jawa Barat pada musim mudik lebaran 2023. (CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

JAKARTA: Polri memetakan pola kecelakaan selama mudik dan menemukan jam paling rawan terjadi pada pukul 09.00 hingga 12.00 siang. Faktor kelelahan serta gagal menjaga jarak aman menjadi penyebab dominan insiden di jalan raya.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kecelakaan (anev laka), sebanyak 532 kecelakaan terjadi pada rentang waktu tersebut.

Waktu itu dinilai rawan karena meningkatnya aktivitas masyarakat di jalan, baik untuk bekerja, perjalanan antar kota, maupun mobilitas harian lainnya.

Selain faktor waktu, penyebab kecelakaan paling dominan adalah gagal menjaga jarak aman dengan total 1.156 kasus.

Kapolri juga menyoroti kemungkinan peningkatan rata-rata waktu tempuh turut memengaruhi risiko kecelakaan. Sejak 2024, kecepatan rata-rata di Tol Trans Jawa yang sebelumnya 76 km/jam meningkat 12,44 persen menjadi 85 km/jam pada 2025.

"Jadi, ini mungkin juga disebabkan oleh faktor kecepatan yang bertambah, namun di satu sisi juga kadang kala ada masyarakat yang sudah lelah, mengantuk, namun memaksakan sehingga terjadi kejadian laka," ungkapnya dikutip detikOto, Selasa (3/3) saat rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan.

OPERASI KETUPAT 2026 DAN PREDIKSI PUNCAK MUDIK

Mabes Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, untuk mengawal arus mudik dan balik Lebaran 1447 H.

Sebanyak 2.746 posko disiagakan di seluruh Indonesia. Terdiri dari 1.624 Posko Pengamanan (Pos Pam) yang difokuskan pada pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas, 779 Posko Pelayanan (Po Yan) sebagai tempat istirahat bagi pengemudi yang kelelahan, serta 343 posko terpadu sebagai pusat kendali operasi.

Kapolri menegaskan pemudik kerap memaksakan diri berkendara meski dalam kondisi tidak prima. Hal ini menjadi evaluasi penting untuk memperkuat sosialisasi keselamatan berkendara.

"Ini tentunya menjadi evaluasi untuk di tahun 2026, bagaimana kita terus menggencarkan sosialisasi tentang keselamatan berkendara sehingga kemudian angka laka lantas tersebut bisa kita turunkan," ujarnya.

Berdasarkan anev Operasi Ketupat 2025, angka kecelakaan lalu lintas tercatat menurun 31,43 persen. Korban meninggal dunia turun 53,24 persen, korban luka berat menurun 7,19 persen, dan luka ringan berkurang 27,85 persen.

Untuk mudik 2026, puncak arus diprediksi terjadi dalam dua periode. Periode pertama diperkirakan berlangsung pada 14–15 Maret. Setelah itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16–17 Maret berpotensi memicu puncak arus kedua pada 18–19 Maret.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan