Skip to main content
Iklan

Indonesia

Hapus atau tidak, ini sikap Gubernur Pramono soal jalur sepeda Jakarta

Sebagian warga menilai fasilitas tersebut lebih banyak digunakan sepeda motor, sementara komunitas Bike to Work meminta Pemprov DKI tetap mempertahankannya.

Hapus atau tidak, ini sikap Gubernur Pramono soal jalur sepeda Jakarta

Jalur sepeda di kota Jakarta. (iStock)

21 Aug 2026 04:20PM (Diperbarui: 21 Aug 2026 04:27PM)

JAKARTA: Nasib jalur sepeda di Jakarta tengah dievaluasi setelah muncul usulan masyarakat agar fasilitas tersebut dihapus dari sejumlah ruas jalan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan keputusan akan diambil setelah mempertimbangkan masukan yang berseberangan, termasuk dari komunitas pesepeda yang meminta jalur warisan mantan Gubernur Anies Baswedan itu tetap dipertahankan.

Pramono mengungkapkan sebagian masyarakat mempertanyakan fungsi jalur sepeda karena fasilitas tersebut dinilai justru lebih banyak digunakan pengendara sepeda motor.

"Tapi usulan dari masyarakat dari publik merasa bahwa jalur itu lebih banyak digunakan oleh yang menggunakan motor," kata Pramono, dikutip Media Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (20/8).

Di sisi lain, Pemprov DKI juga menerima aspirasi dari komunitas Bike to Work yang menginginkan jalur sepeda tetap dipertahankan.

Perbedaan pandangan tersebut membuat Pemprov DKI belum mengambil keputusan akhir mengenai keberadaan jalur sepeda di sejumlah ruas ibu kota.

"Saya akan segera memutuskan untuk hal tersebut," tutur Pramono.

Masyarakat mempertanyakan fungsi jalur sepeda di Jakarta karena fasilitas tersebut justru lebih banyak digunakan pengendara sepeda motor.

Pramono mengaku perlu berhati-hati sebelum menentukan kebijakan. Terlebih, ia sendiri merupakan pengguna sepeda sehingga tidak ingin preferensi pribadinya memengaruhi keputusan sebagai gubernur.

Meski memiliki hobi bersepeda, Pramono menegaskan keputusan mengenai jalur sepeda akan didasarkan pada pertimbangan kebijakan dan berbagai masukan yang diterima Pemprov DKI.

"Sehingga dalam keputusan ini saya juga harus hati-hati. Hati-hatinya kenapa? supaya tidak terkesan bahwa karena saya hobi bersepeda, enggak mau menggunakan jalur itu, karena memang saya bersepeda memang menggunakan road bike, dan itu biasanya hari libur atau hari Sabtu pagi. Di luar itu saya sekarang udah enggak pernah sepedaan lagi. Jadi akan saya putuskan kemudian mengenai hal tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) meminta Pemprov DKI tidak menghapus jalur sepeda.

Menurut MTZ, jalur tersebut masih diperlukan sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi perkotaan yang lebih ramah lingkungan.

Keberadaan jalur khusus juga dinilai dapat mendorong masyarakat menggunakan sepeda sebagai moda transportasi sekaligus mendukung gaya hidup sehat.

MTZ menilai sepeda memiliki peran dalam sistem transportasi perkotaan karena tidak menghasilkan emisi serta memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan