Istana: Menkeu Sri Mulyani mundur hoax, tidak ada reshuffle
Sri Mulyani disebut-sebut akan digantikan oleh Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang juga keponakan Presiden Prabowo.
JAKARTA: Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) membantah kabar yang menyebut Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.
Salah satu isu yang beredar adalah mengenai kemungkinan mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelum atau setelah Lebaran 2025.
Juru bicara PCO, Hariqo Wibawa Satria, menegaskan bahwa informasi mengenai pengunduran diri Sri Mulyani hanyalah hoaks.
"Kami ingin menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai pengunduran diri Ibu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan adalah tidak benar alias hoax," kata Hariqo dalam unggahan dilansir dari akun Instagram resmi PCO, Selasa (18/3).
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, pemerintah tidak pernah menerima pernyataan resmi dari Bendahara Negara terkait rencana pengunduran dirinya. Menurutnya, Sri Mulyani masih menjalankan tugasnya seperti biasa.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu tersebut.
Senada dengan pernyataan PCO, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad juga memastikan bahwa tidak ada rencana reshuffle dalam waktu dekat.
"Sejak beredarnya isu reshuffle yang menyebut beberapa menteri, termasuk Ibu Sri Mulyani, kami sudah mengonfirmasi ke Presiden, dan jawabannya belum ada reshuffle setelah Lebaran," kata Dasco dikutip dari Bloomberg Technoz.
Kabar mengenai mundurnya Sri Mulyani mengencang setelah memburuknya kinerja keuangan negara.
Saat ditanya soal isu tersebut, Menkeu berusia 62 tahun itu tidak memberikan komentar dan hanya tersenyum.
Spekulasi mengenai kemungkinan mundurnya Sri Mulyani pertama kali mencuat dalam tulisan analis politik Kevin O’Rourke di buletin Reformasi Weekly Review edisi 10 Maret 2025.
Dalam laporannya, O’Rourke mengeklaim menerima informasi kredibel bahwa Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto berencana meninggalkan kabinet.
Menurut O’Rourke, peran Sri Mulyani dalam pengambilan kebijakan keuangan pemerintahan disebut-sebut mulai berkurang.
Dalam analisanya, ia juga menyebut kemungkinan Airlangga Hartarto akan digantikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, sementara posisi Sri Mulyani bisa diisi oleh Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang juga keponakan Prabowo.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.