Diminta Hamas jadi mediator dengan Israel, JK sebut selesaikan dulu konflik internal Palestina
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla berpengalaman menjadi mediator konflik Aceh dan Poso.
JAKARTA: Hamas meminta mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) menjadi mediator dalam negosiasi dengan Israel.
JK menyampaikan bahwa dia didampingi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bertemu dengan perwakilan Hamas di Kuala Lumpur, Minggu (5 Mei 2024) selama 3 jam.
"Ya kemarin Kuala Lumpur itu untuk perdamaian ya, perdamaian dengan hak itu atau di mana Hamas minta kita untuk memberikan fasilitasi mendorong perdamaian," cerita JK dikutip Kompas TV, Selasa (7 Mei 2024).
Adapun JK bertemu dengan delegasi Hamas Palestina yang dipimpin Pejabat Biro Politik dan Wakil Kepala Urusan Internasional Hamas Dr Bassem Naim.
Namun JK sendiri pesimis karena menurutnya keadaan sudah sulit.
Juru damai konflik Aceh dan Poso itu tidak yakin dia bisa menjadi mediator mengingat organisasi setingkat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) saja tidak digubris.
“Kalau mediator itu sudah agak sulit untuk menghadapi Israel, PBB saja tidak dianggap, negara Timur Tengah lainnya tidak dianggap,” ucapnya.
Menurut JK, dilansir CNN Indonesia, konflik yang saat ini terjadi di Palestina sebaiknya diselesaikan secara internal dulu.
Politisi berusia 81 tahun itu merujuk ke konflik domestik antara Hamas dan Fatah.
"Saya bilang 'ya kalau begitu Anda juga harus antara Palestina sendiri, antara Hamas dengan Fatah harus berdamai'. Kan itu, kita berusaha ke situ dengan Pak Anwar kita bicarakan."
Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaludin yang menjadi anggota delegasi JK mengatakan sebenarnya JK bersama timnya sempat berupaya memediasi konflik Israel-Palestina pada Juli dan pertengahan Oktober 2023.
Namun, mediasi ini terhenti akibat serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu yang memicu perang berkepanjangan yang telah berlangsung 7 bulan lamanya.