Skip to main content
Iklan

Indonesia

Ironi Balikpapan: Kota Minyak yang kehabisan BBM, apa penyebab warga antre berjam-jam?

Tak sedikit pengemudi terpaksa bermalam di dalam mobil karena kehabisan BBM, sementara pengendara motor yang kehabisan bensin harus mendorong kendaraannya sejauh beberapa kilometer.

Ironi Balikpapan: Kota Minyak yang kehabisan BBM, apa penyebab warga antre berjam-jam?
Penampakan antrian panjang BBM di salah satu SPBU di Balikpapan. (TikTok/oktaibnu86)

BALIKPAPAN: Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Balikpapan sejak awal pekan ini menimbulkan ironi besar.

Kota yang selama ini dikenal sebagai "Kota Minyak" justru kini mengalami antrean kendaraan mengular di hampir seluruh SPBU akibat kelangkaan Pertamax dan Pertamax Turbo.

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi sejak 19 Mei menimbulkan kekacauan di hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dengan antrean kendaraan mengular hingga lebih dari satu kilometer.

Meskipun pendistribusian BBM telah dilakukan kembali sejak Selasa (20/5), namun antrean dan macet berkepanjangan tak menunjukkan tanda-tanda berkurang.

Warga mulai mengantre sejak tengah malam demi mendapatkan BBM, terutama jenis Pertamax yang langka di pasaran.

Suasana semakin kacau ketika antrean di SPBU membuat lalu lintas tersendat parah di berbagai titik.

Tak sedikit pengemudi terpaksa bermalam di dalam mobil karena kehabisan BBM, sementara pengendara motor yang kehabisan bensin harus mendorong kendaraannya sejauh beberapa kilometer.

Sebagian besar masyarakat akhirnya membeli Pertamax secara eceran dengan harga lebih mahal atau beralih ke Pertalite yang masih tersedia.

Namun, tingginya permintaan terhadap Pertalite juga menyebabkan stok cepat habis, terlebih banyak warga belum memiliki barcode MyPertamina yang menjadi syarat pembelian BBM bersubsidi.

Antrean pun memburuk karena petugas SPBU harus melayani secara manual, memperlambat arus pengisian dan menyebabkan tumpukan kendaraan yang semakin parah.

“Ini konyol. Seumur hidup saya tinggal di Balikpapan, baru kali ini mengalami antrean BBM seperti ini. Kota minyak tapi susah dapat BBM,” keluh Ambran (40), warga Balikpapan, dikutip dari Tribun Kaltim pada Rabu (21/5).

APA PENYEBAB KELANGKAAN BBM?

Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar, terutama karena Balikpapan dikenal sebagai pusat industri minyak bumi nasional.

Julukan “Kota Minyak” bermula dari pengeboran sumur Mathilda pada 10 Februari 1897 oleh J.H. Menten, yang menjadi tonggak awal aktivitas perminyakan di kota ini.

Balikpapan juga menjadi lokasi kilang minyak terbesar kedua di Indonesia, yakni Refinery Unit V milik Pertamina, dengan kapasitas produksi mencapai 260.000 barel per hari.

Kilang ini menyuplai sekitar 26 persen kebutuhan BBM nasional, menjadikan Balikpapan sebagai salah satu titik vital dalam rantai distribusi energi nasional.

Namun kenyataan di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Kelangkaan BBM di Balikpapan dipicu oleh habisnya stok Pertamax dan Pertamax Turbo dalam beberapa hari terakhir. 

Menurut laporan Kompas, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyebut bahwa keterlambatan distribusi Pertamax dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama krisis ini.

Lonjakan permintaan yang tidak sebanding dengan suplai membuat banyak SPBU kehabisan stok.

Untuk meredam situasi, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengoperasikan sejumlah SPBU selama 24 jam penuh guna mempercepat distribusi.

Suplai tambahan BBM juga telah dikirimkan dari Banjarmasin, dan depot Pertamina di Balikpapan yang sempat terganggu kini telah kembali beroperasi.

Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas gangguan distribusi yang terjadi dan berjanji akan terus melakukan perbaikan agar stok BBM di Balikpapan kembali stabil

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan