Skip to main content
Iklan

Indonesia

Kunker ke Korea Selatan, Prabowo bawa pulang oleh-oleh investasi Rp173 T

Sejumlah perusahaan Korea seperti POSCO dan Lotte berencana memperkuat investasi di Indonesia.

Kunker ke Korea Selatan, Prabowo bawa pulang oleh-oleh investasi Rp173 T

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Rabu (01/04/2026). (Facebook/Kementerian Sekretariat Negara RI)

02 Apr 2026 04:00PM (Diperbarui: 02 Apr 2026 04:01PM)

SEOUL: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan menghasilkan komitmen investasi senilai Rp173 triliun melalui penandatanganan 17 nota kesepahaman (MoU).

Nilai tersebut setara dengan US$10,2 miliar dan disepakati antara pelaku bisnis Indonesia dan Korea Selatan dalam forum “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth” di Seoul, Rabu (1/4).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan capaian itu usai menghadiri forum tersebut.

“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai US$10,2 miliar atau sekitar Rp173 triliun,” ujar Airlangga kepada Antara di Seoul.

Kerja sama yang terjalin mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi hingga industri.

Airlangga menuturkan sektor yang tercakup antara lain energi dan transisi hijau, termasuk tenaga surya, penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), serta energi terbarukan.

Selain itu, kerja sama juga meliputi sektor industri dan manufaktur seperti baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan.

Airlangga menyebut investasi tersebut juga mencakup sektor digital dan kecerdasan buatan (AI), serta properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di kawasan Bumi Serpong Damai.

“Dalam investasi tersebut juga termasuk sektor digital dan AI. Kemudian properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai, dan kerja sama bisnis dan asosiasi antara Kadin, KCCI, terutama untuk mendorong bisnis komitmen,” lanjutnya.

Sejumlah perusahaan besar Korea Selatan turut memperkuat komitmen investasinya di Indonesia.

Pengembangan industri baja oleh POSCO menjadi salah satu proyek yang dilanjutkan, sementara Lotte juga menunjukkan minat investasi yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra.

Airlangga menambahkan, capaian ini melengkapi hasil kunjungan Presiden Prabowo sebelumnya ke Jepang.

“Artinya kunjungan Bapak Presiden ke dua negara ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun,” ungkap Airlangga.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian geopolitik global.

“Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik bagi para investor baik dari Jepang maupun Korea,” tambahnya.

Pemerintah juga menyiapkan langkah untuk memperbaiki iklim investasi melalui mekanisme debottlenecking.

“Kami menyiapkan mekanisme debottlenecking agar seluruh persoalan yang dihadapi dunia usaha dapat diselesaikan dengan cepat,” tutupnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan