Skip to main content
Iklan

Indonesia

Ingat Reynhard Sinaga? Predator seks asal Depok hampir tewas dikeroyok tahanan penjara Inggris

Reynhard dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria di Manchester, Inggris.

Ingat Reynhard Sinaga? Predator seks asal Depok hampir tewas dikeroyok tahanan penjara Inggris

Reynhard Sinaga (Instagram)

17 Dec 2024 04:50PM (Diperbarui: 17 Dec 2024 06:40PM)

MANCHESTER: Narapidana kasus pemerkosaan berantai asal Indonesia, Reynhard Sinaga, dilaporkan mengalami serangan brutal yang hampir membahayakan nyawanya di penjara HM Wakefield, Inggris, tempat ia menjalani hukuman seumur hidup.

Menurut laporan The Sun, pada Minggu (15/12), Reynhard diserang oleh sesama tahanan yang diduga melakukan aksi main hakim sendiri.

Tahanan itu diidentifikasi bernama Jack McRae yang telah dipindahkan ke penjara lain di kota Durham, sekitar 1,5 jam dari Wakefield setelah insiden tersebut.

Pria berusia 32 tahun itu dilaporkan juga pernah menyerang pemerkosa dan pembunuh anak bernama Wilbert Dyce pada tahun 2023. 

Nyawa Reynhard terselamatkan setelah serangan itu dihentikan oleh sipir penjara.

Sumber dari penjara menceritakan bahwa Reynhard menjadi target kebencian di dalam penjara akibat kejahatan bejat yang ia lakukan.

“Sinaga sombong arogan dan dibenci semua orang. Ia menjadi target serangan di penjara, dia saat ini dalam bahaya” ungkap sumber tersebut.

Reynhard Sinaga dikenal sebagai salah satu predator seksual terburuk dalam sejarah Inggris.

Rekaman CCTV saat Reynhard keluar dari apartemennya di Manchester. (Kepolisian Manchester Raya)

Pria berusia 41 tahun itu dinyatakan bersalah pada Januari 2020 atas 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban selama rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Semua korbannya diidentifikasi adalah pria Inggris kulit putih yang hampir semua adalah heteroseksual berusia antara 18 hingga 36 tahun dengan rataan 21 tahun.

Kepolisian memperkirakan jumlah total korban kebejatannya mencapai 190 orang.

Reynhard dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan masa tahanan minimum 40 tahun.

Modus operandinya adalah menyamar sebagai pria ramah dan baik hati yang menawarkan tempat menginap di apartemennya di Montana House, Piccadilly, pusat kota Manchester, kepada calon korban yang tersesat terpisah dari teman-temannya setelah keluar dari kelab malam atau bar.

Ia diketahui menyasar pria tampan yang dalam kondisi rentan akibat mabuk.

Apartemen Reynhard Sinaga di Montana House, Piccadilly, Manchester, yang menjadi saksi bisu perbuatan bejatnya. (Kepolisian Manchester Raya)

Reynhard kemudian menyajikan alkohol yang telah dicampur dengan GHB (gamma hydroxybutyrate) - obat bius yang menyerang sistem syaraf – kepada calon korbannya.

Setelah korbannya terkapar, ia memperkosa mereka dan memfilmkan perbuatan bejatnya itu dengan menggunakan dua telepon seluler, satu untuk jarak dekat dan satu dari jarak jauh.

Sejumlah korban bahkan ada yang diperkosa berkali-kali.

Ia juga disebutkan mengambil barang-barang milik korban, termasuk jam, kartu identitas dan gambar profil akun Facebook dari sebagian besar korban sebagai trofi kepuasannya.

Kejahatannya akhirnya terungkap setelah salah satu korban, seorang pemain rugby berusia 18 tahun, sadar saat sedang diperkosa dan berhasil melawan pada Juni 2017.

Korban tersebut memukul pria berkacamata itu hingga babak belur pingsan yang membuatnya dilarikan ke rumah sakit.

Polisi awalnya menangkap korban yang memukuli Reynhard.

Namun di tengah penyelidikan, polisi berhasil membongkar kejahatan seksual yang menggemparkan Inggris Raya itu setelah memeriksa iPhone Reynhard dan menemukan lebih dari 3 terabyte video penyerangan dan pemerkosaan.

Pejabat dari unit kejahatan khusus, Kepolisian Manchester Raya, Mabs Hussain, mengatakan bukti video perkosaan yang direkam oleh pelaku begitu mencengangkan dan banyak seperti layaknya "menyaksikan 1.500 film di DVD."

Reynhard Sinaga menawarkan minuman keras yang telah dicampur dengan obat bius GHB kepada calon korbannya. (Kepolisian Manchester Raya)

SIAPA REYNHARD SINAGA

Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga lahir pada 19 Februari 1983 di Jambi.

Ia lebih banyak menghabiskan masa remajanya di Depok, Jawa Barat, tempat dia tinggal bersama keluarganya.

Graha dan Convention Hall Ronatama kepunyaan keluarga Reynhard Sinaga di Pancoran Mas, Depok (Weddingku)

Reynhard menyelesaikan pendidikan S-1 Teknik Sipil pada tahun 2006 di Universitas Indonesia.

Setahun kemudian dia pindah ke Manchester, Inggris, untuk melanjutkan pendidikannya di mana dia mendapatkan dua gelar Master di bidang Sosiologi dan Tata Kota dari Universitas Manchester.

Pria yang mengaku berorientasi seksual gay itu kemudian melanjutkan studi doktoral S-3 di Universitas Leeds pada tahun 2012 mengambil jurusan geografi manusia.

Namun, tesisnya yang berjudul Sexuality and everyday transnationalism among South Asian gay and bisexual men in Manchester ditolak pada tahun 2016 di mana dia diminta melakukan perbaikan.

Reynhard hidup di Inggris dari dukungan finansial sang ayah, Saibun Sinaga, seorang pengusaha kaya yang memiliki Graha dan Convention Hall Ronatama di Pancoran Mas, Depok.

Selama di Manchester, dia hidup secara terbuka sebagai seorang pria gay dan tinggal tidak jauh dari perkampungan gay di kota markas Manchester United dan Manchester City itu.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan