Indonesia tetapkan siaga I di Iran, WNI akan segera dievakuasi
Diperkirakan ada sekitar 380 warga negara Indonesia di Teheran dan sekitarnya di tengah gempuran Israel ke Iran.
Bendera Iran berkibar saat api dan asap dari serangan Israel terhadap depot minyak Sharan Oil membumbung tinggi akibat serangan Israel ke Teheran, Iran, 15 Juni 2025. (Foto: Reuters/Majid Asgaripour/WANA)
JAKARTA: Pemerintah Indonesia telah menetapkan siaga I bagi wilayah Iran di tengah baku tembak rudal antara negara itu dengan Israel. Warga negara Indonesia (WNI) di Iran akan segera dievakuasi.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam pernyataannya kepada media, Rabu (18/6). Dia mengatakan, ada sekitar 380 WNI di Iran, tersebar di Teheran dan beberapa kota lainnya.
"Mereka dalam posisi yang tidak baik, terancam," kata Sugiono.
Mengingat kondisi yang semakin genting, kata dia, pemerintah meningkatkan level kesiagaan di Kedutaan Besar RI di Teheran.
"Perkembangan dua hari ini, intensitas serangan Israel semakin meningkat. Yang disasar bukan lagi target militer, tapi juga sipil," kata Sugiono.
"Maka saya memutuskan meningkatkan level kesiagaan dari level siaga dua menjadi level siaga 1."
Dalam akun Instagram, KBRI Teheran mengumumkan akan segera melakukan evakuasi bagi WNI yang bersedia. Detail evakuasi akan disampaikan melalui grup WhatsApp WNI di Iran dan per kawasan, ujar KBRI.
KBRI juga telah mengimbau WNI untuk mempersiapkan "run bag" berisikan barang-barang esensial, seperti dokumen penting, scan paspor, uang tunai, perlengkapan pribadi, obat-obatan, makanan dan minuman yang cukup.
WNI juga diharapkan melapor diri melalui hotline KBRI Tehran dan peduliwni.kemlu.go.id.
"Kami juga telah melakukan komunikasi dengan beberapa negara tetangga, agar diberikan kemudahan melewati perbatasaan," kata Menlu Sugiono.
Israel pertama kali melancarkan serangan rudal pada 13 Juni lalu ke Iran, dengan dalih menghancurkan fasilitas senjata nuklir. Serangan ini dibalas oleh Iran dengan tembakan rudal ke berbagai wilayah di Israel. Baku tembak masih berlangsung hingga kini, membuat banyak korban jiwa jatuh.
Upaya diplomasi masih terus dilakukan untuk meredam ketegangan yang dikhawatirkan akan membuat Timur Tengah memanas.
"Pada tanggal 21 nanti, menlu-menlu OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) akan melakukan konferensi darurat di Istanbul, Turki, membahas situasi ini," kata Sugiono.