Skip to main content
Iklan

Indonesia

Indonesia panas, suhu tembus 37,6 derajat Celsius di Majalengka dan Boven Digoel

Suhu maksimum di atas 35°C tercatat secara luas mulai dari sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, serta Sulawesi bagian selatan dan tenggara, dan beberapa Wilayah Papua.

Indonesia panas, suhu tembus 37,6 derajat Celsius di Majalengka dan Boven Digoel
Efek pulau panas perkotaan berarti bahwa kota dapat mengalami suhu yang jauh lebih besar daripada daerah alami. (Foto: Jack Board/CNA)

JAKARTA: Cuaca panas terus menyelimuti berbagai wilayah di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. 

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu tertinggi tercatat di Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) yang mencapai 37,6 derajat Celsius.

“Wilayah Majalengka dan Boven Digoel menunjukkan peningkatan suhu hingga 37,6°C,” kata Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani, dikutip dari Kompas.com, Rabu (15/10).

PENYEBAB CUACA PANAS

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa cuaca panas ekstrem ini disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia.

“Posisi gerak semu matahari pada bulan Oktober berada di selatan ekuator,” ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (16/10).

Selain itu, penguatan angin timuran dari Monsun Australia membawa massa udara kering dan hangat sehingga pembentukan awan menjadi minimal. Akibatnya, radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan.

 

“Kondisi ini membuat wilayah Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga suhu terasa lebih panas,” lanjut Guswanto.

SEBARAN SUHU TINGGI DI BERBAGAI WILAYAH

Suhu maksimum di atas 35°C tercatat secara luas di berbagai wilayah Indonesia. Daerah terdampak mencakup sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, serta Sulawesi bagian selatan dan tenggara, dan beberapa Wilayah Papua.

Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi mencapai 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Dua hari kemudian, pada 14 Oktober 2025, suhu di sejumlah wilayah seperti Kalimantan, Papua, dan Jawa kembali meningkat dan berkisar 34–37°C.

“Wilayah NTB dan NTT menunjukkan suhu maksimum 35–37°C,” jelas Andri Ramdhani.

Meski sebagian besar wilayah mengalami cuaca panas ekstrem, BMKG memperkirakan potensi hujan lokal masih dapat terjadi akibat aktivitas konvektif pada sore hingga malam hari. Wilayah yang berpotensi turun hujan meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh dan kesehatan selama cuaca panas berlangsung. 

Masyarakat diingatkan agar mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menghindari paparan sinar matahari langsung, dan mewaspadai perubahan cuaca mendadak, termasuk hujan disertai petir dan angin kencang.

“Masyarakat juga harus tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak seperti hujan petir dan angin kencang pada sore atau malam hari,” tutup Andri.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan