Sidang kabinet paripurna perdana di IKN, Jokowi: Istimewa
Presiden memuji kemajuan pembangunan IKN yang diproyeksikan menjadi ibu kota hijau dengan ekonomi hijau.
IKN: Presiden Joko Widodo memimpin sidang kabinet paripurna pertama di Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin (12 Agustus).
Kepala Negara mengatakan sidang kabinet ini sangatlah istimewa.
"Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, pada pagi hari ini kita bisa melakukan sidang kabinet yang istimewa, karena dilaksanakan pertama kali di Ibu Kota Negara Nusantara," ucap Jokowi dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden.
Jokowi kemudian memuji progres pembangunan ibu kota baru itu.
"IKN adalah sebuah kanvas yang mengukir masa depan, dan tak semua negara, memiliki kesempatan, memiliki kemampuan, untuk membangun ibu kotanya yang dimulai betul dari nol," tuturnya.
"Kita rasakan, pagi tadi betapa sangat sejuk, dingin dan segar pada pagi hari ini karena air quality index-nya sangat rendah. Yakni di angka 6, padahal maksimalnya di angka 50 dan hampir banyak kota sekarang udah di atas 50," sambung presiden.
Jokowi kemudian kembali menekankan alasan utama pemindahan ibu kota adalah untuk pemerataan mengingat 58% GDP ekonomi ada di Pulau Jawa.
Selain itu, 56% populasi Indonesia juga tinggal di Jawa.
Presiden kemudian mengungkapkan kemajuan investasi yang sudah masuk di IKN.
"Dan per hari ini perlu juga saya sampaikan bahwa di luar anggaran dari APBN, investasi yang masuk sudah Rp 56,2 triliun dari 55 groundbreaking dengan rincian 6 proyek sektor pendidikan, 3 proyek sektor kesehatan, 10 proyek sektor retail dan logistik, 8 proyek sektor hotel, 2 proyek sektor energi dan transportasi, 14 proyek sektor kantor dan perbankan, 9 proyek hunian dan area hijau, dan 3 proyek sektor media dan teknologi.
Sidang kabinet paripurna perdana tersebut dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin dan semua menteri Kabinet Indonesia Maju.
Ikut hadir Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini