Skip to main content
Iklan

Indonesia

HIV melonjak di Indonesia sepanjang 2025, kelompok ini paling terinfeksi

Menurut data global, Indonesia kini menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah Orang dengan HIV (ODHIV) terbanyak dan peringkat ke-9 untuk jumlah infeksi baru.

HIV melonjak di Indonesia sepanjang 2025, kelompok ini paling terinfeksi
Ilustrasi HIV positif. (iStock)

JAKARTA: Jumlah kasus HIV di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan sepanjang 2025.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, hingga pertengahan tahun ini telah terdeteksi sekitar 564.000 kasus HIV di berbagai daerah di Indonesia. Namun, baru 63 persen di antaranya yang mengetahui status infeksi mereka.

Sepanjang periode Januari hingga Maret 2025, terdapat 15.382 kasus baru HIV/AIDS, dengan rincian 10.532 kasus HIV dan 4.850 kasus AIDS.

Sebagian besar kasus HIV disebutkan ditemukan pada kelompok usia produktif 25–49 tahun.

Kasus tertinggi dilaporkan dari Jawa Timur (2.599 kasus), diikuti oleh Jawa Barat (2.233 kasus), Jawa Tengah (1.432 kasus), DKI Jakarta (1.069 kasus), dan Sumatera Utara (809 kasus).

Kemenkes juga mengidentifikasi empat kelompok dengan kontribusi tertinggi terhadap temuan kasus HIV, yaitu:

1. LSL (laki-laki seks dengan laki-laki) sebanyak 4.716 kasus

2. Populasi umum sebanyak 3.931 kasus

3. Pasien tuberkulosis (TB) sebanyak 2.152 kasus

4. Pelanggan pekerja seks sebanyak 1.206 kasus

Menurut data global, Indonesia kini menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah Orang dengan HIV (ODHIV) terbanyak dan peringkat ke-9 untuk jumlah infeksi baru.

Kemenkes menyoroti bahwa rendahnya kesadaran untuk menjalani tes HIV secara sukarela masih menjadi tantangan besar. Stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV juga menjadi hambatan serius dalam penanganan epidemi ini.

HIV yang tidak diobati dapat berkembang menjadi AIDS, yaitu fase akhir infeksi HIV yang merusak sistem kekebalan tubuh secara parah. Karena belum ada obat yang menyembuhkan HIV, terapi antiretroviral (ARV) menjadi pengobatan utama untuk menekan jumlah virus dalam darah hingga tidak terdeteksi.

Kemenkes menegaskan perlunya strategi komprehensif untuk menekan laju infeksi HIV melalui edukasi publik dan pemerataan layanan deteksi dini. Pemerintah kini menggencarkan perluasan akses skrining HIV di puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga layanan berbasis komunitas.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan