Heboh efek samping vaksin COVID-19 AstraZeneca, begini komentar Menkes
51 penerima vaksin AstraZeneca di Inggris mengalami efek samping Thrombosis thrombocytopenia syndrome (TTS).
JAKARTA: Berita viral mengenai efek samping vaksin COVID-19 AstraZeneca yang membuat penggunanya mengalami Thrombosis thrombocytopenia syndrome (TTS) ikut menghebohkan Indonesia.
Hasil penelitian lebih lanjut menemukan penerima vaksin berpotensi mengalami pembekuan darah dengan jumlah trombosit yang rendah setelah menerima vaksin AstraZeneca.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin angkat bicara meminta masyarakat agar tidak terlalu khawatir.
Sejauh ini Menkes dilansir detikNews memastikan belum ada kasus dari efek samping itu di Indonesia.
Budi menekankan setiap vaksin pasti memiliki efek samping dan itu sangat langka terjadi.
Dia menambahkan efek samping langka tersebut sebenarnya sudah teridentifikasi sejak lama oleh AstraZeneca.
Tetapi Menkes kembali mengatakan riset menunjukan efek samping itu dampaknya sangat minimal.
Dilaporkan oleh The Telegraph ada 51 penerima vaksin di Inggris yang mengalami kejadian efek samping langka tersebut.
AstraZeneca sempat membantah keras tuduhan terkait efek samping ini.
Kasus pertama menimpa seorang pria bernama Jamie Scott. Dia mengalami cedera otak permanen karena pembekuan darah dan pendarahan di otak usai menerima vaksin pada April 2021.
Namun, dipastikan kejadian TTS itu hanya muncul dalam empat sampai 24 jam setelah vaksinasi dilakukan.
Hal ini berarti penerima vaksin yang dalam waktu bulanan dan tahunan tidak mengeluhkan efek samping apapun, terbebas dari risiko TTS yang dapat meningkatkan risiko pembekuan darah.
"Kalau kita tidak berikan vaksin itu, nyawa yang meninggal akibat COVID-19 akan jauh lebih banyak," pungkas Menkes Budi.