Harimau Sumatera terkam hingga tewas pekerja di Indragiri Hilir, Riau
Lokasi penerkaman disebutkan adalah habitat dari Harimau Sumatera yang termasuk kategori hewan yang sangat terancam punah.
TEMBILAHAN: Seorang pekerja berusia 26 tahun di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Satria Perkasa Agung (SPA) di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, tewas diterkam harimau sumatra.
Korban bernama Rahmad itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan kanannya hilang diduga dimakan harimau itu.
Bekas gigitan harimau terlihat di sejumlah bagian tubuh pria yang berasal dari Pelalawan itu.
Ditemukan lima bekas luka gigitan di leher korban. Selain itu luka gigitan juga didapati di telinga dan tangan serta lecet pada bagian kaki.
Kepala Polres Indragiri Hilir Ajun Komisaris Besar Budi Setiawan, dikutip Liputan 6, Minggu (12 Mei) menyampaikan harimau sumatera itu menerkam korban ketika dia sedang bekerja bersama koleganya menyemprot gulma di lahan tanaman akasia milik perusahaan
Lokasi spesifik tragedi ini adalah Petak 466 Blok L PT SPA.
Korban dan rekannya lanjut AKB Budi terpisah dengan jarak cukup jauh.
Tiba-tiba pada pukul 2 siang, dua rekan korban bernama Rahman dan Awi mendengar teriakan Rahmad.
Mereka bergegas mencari sumber suara serta keberadaan korban. Namun korban sudah tidak terlihat di lokasi kerjanya.
Akhirnya korban berhasil ditemukan namun sudah tidak bernyawa.
"Di sekitar lokasi ditemukan jejak harimau sumatra," ucap Budi.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Genman Suhefti Hasibuan, mengungkapkan lokasi kejadian merupakan habitat harimau sumatera.
"Sebagai informasi, lokasi kejadian berada pada sarangnya harimau sumatera dengan populasi yang cukup besar," ungkapnya dilansir Kompas.com.
BBKSDA Riau telah memasang kamera tersembunyi untuk melacak keberadaan harimau tersebut.
Pihaknya juga elah memberikan arahan dan imbauan kepada pihak perusahaan agar menerapkan SOP mitigasi interaksi negatif harimau secara ketat.
Lembaga konservasi itu juga meningkatkan patroli dan membersihkan semak belukar yang lebat di sekitar lokasi kejadian."
"BKSDA memasang papan peringatan serta memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” pungkas Genman.
Harimau Sumatera yang saat ini jumlahnya kurang dari 400 diklasifikasikan sebagai spesies yang sangat terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature.