Skip to main content
Iklan

Indonesia

Gunung Semeru meletus dahsyat, 178 pendaki terjebak, 956 warga mengungsi

Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini meluncurkan awan panas sejauh 13 kilometer.

Gunung Semeru meletus dahsyat, 178 pendaki terjebak, 956 warga mengungsi
Warga melintas dengan sepeda motor saat Gunung Semeru memuntahkan abu vulkanik di Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia, 20 November 2025. (REUTERS/Dipta Wahyu)
20 Nov 2025 01:31PM (Diperbarui: 20 Nov 2025 01:33PM)

LUMAJANG: Gunung Semeru kembali mengalami erupsi besar pada Rabu (19/11) dengan memuntahkan guguran awan panas sejauh 13 kilometer. 

Letusan dahsyat ini mengarah ke dua aliran sungai, yakni Curah Kobokan dan Kali Lanang (Besuk Lengkong) di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Awan panas dilaporkan detikJatim telah mencapai Jembatan Gladak Perak, memicu kepanikan warga sekitar. Kolom abu terlihat berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat laut hingga utara. 

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 16 menit 40 detik.

STATUS NAIK KE LEVEL IV (AWAS)

Kepala Badan Geologi, M. Wafid, mengumumkan bahwa status Gunung Semeru resmi dinaikkan menjadi Level IV (Awas) sejak pukul 17.00 WIB.

“Menginformasikan kenaikan tingkat aktivitas Gunung Semeru dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas),” ujar Wafid.

Warga setempat membawa barang berharga dari rumah mereka sambil berjalan melewati lumpur yang bercampur material vulkanik di area terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia, 20 November 2025. (REUTERS/Dipta Wahyu)

Pihak Badan Geologi meminta warga tidak melakukan aktivitas di sektor selatan dan tenggara dalam radius 8 km dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Hujan abu vulkanik kini mulai dirasakan di sejumlah wilayah lereng gunung dan berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan (ISPA). Untuk mengantisipasi dampaknya, Polres Lumajang bersama pemerintah daerah turun langsung membagikan masker kepada warga pada Kamis (20/11).

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menerbitkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Semeru. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, serta masyarakat di wilayah terdampak.

@channelnewsasia BNPB menaikkan status Gunung Semeru di Jawa Timur ke level tertinggi setelah letusan pada Rabu (19/11) siang yang menyemburkan abu dan gas hingga 2km ke udara. Awan panas mengepul dan gugurannya mengalir ke lereng gunung, sehingga warga diimbau menghindari area 8km dari kawah. Letusan besar terakhir Semeru pada 2021 menewaskan lebih dari 50 orang dan memaksa ribuan lainnya mengungsi. #indonesia #indonesianews #gunung #semeru ♬ original sound - CNA

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan tim untuk membantu proses evakuasi dan penanganan pengungsi. Data terbaru menunjukkan 956 warga telah mengungsi ke sejumlah titik aman di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.

Di tengah situasi darurat, 178 pendaki terjebak di Ranu Kumbolo. Relawan Sahabat Volunteer Semeru (Saver), Sukaryo atau Cak Yo, menjelaskan bahwa para pendaki tetap aman karena lokasi mereka tidak terdampak awan panas.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menerjunkan tim untuk membantu evakuasi.

Source: Others/ew/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan