Skip to main content
Iklan

Indonesia

Gunung Semeru erupsi berulang, warga diminta waspadai potensi awan panas dan lahar

Sepanjang Senin pagi, Gunung Semeru mengalami erupsi. Warga diminta mewaspadai potensi lahar dan bahaya di zona rawan.

Gunung Semeru erupsi berulang, warga diminta waspadai potensi awan panas dan lahar

Gunung Semeru, Jumat, 24 Mei 2024. (PVBMG)

LUMAJANG: Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, dengan serangkaian erupsi dan luncuran awan panas. Status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu saat ini Level III atau Siaga.

"Erupsi dengan letusan tertinggi terjadi pada pukul 06.51 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.100m di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto seperti dikutip Antara, Senin (6/4).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, mengarah ke barat daya dan selatan. Aktivitas erupsi terakhir yang tercatat pada pukul 09.29 WIB bahkan masih berlangsung saat laporan dibuat.

Warga melintas dengan sepeda motor saat Gunung Semeru memuntahkan abu vulkanik di Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, 20 November 2025. (REUTERS/Dipta Wahyu)

Sehari sebelumnya, Minggu (5/4), Semeru juga meluncurkan awan panas sejauh sekitar 3km ke arah Besuk Kobokan. Peristiwa tersebut berlangsung hampir empat menit, namun dilaporkan tidak menimbulkan dampak langsung terhadap permukiman warga.

Meski demikian, otoritas setempat mengingatkan bahwa material vulkanik yang terus menumpuk di lereng gunung berpotensi terbawa banjir lahar, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Selain Semeru, Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah juga berada pada status siaga. Petugas Pengawas Gunung Api (PPGA) Merapi, Alzwar Nurmanaji, melaporkan aktivitas Merapi pada 6 April 2026, pukul 00.00–06.00 WIB didominasi gempa guguran dan gempa hibrid.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa status Siaga Gunung Semeru berarti potensi bahaya masih tinggi. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13km dari puncak, serta dalam radius lima kilometer dari kawah. 

Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sempadan sungai dalam radius 500m karena berisiko terdampak aliran lahar hingga jarak 17km dari puncak. 

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi awan panas guguran, lava pijar, serta banjir lahar di sejumlah aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. 

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari pos pengamatan gunung api.

Dengan aktivitas yang masih fluktuatif, Semeru diperkirakan akan terus mengalami erupsi dalam waktu mendatang, sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan