Gunung Lewotobi Laki-laki meletus hebat, 24 penerbangan ke Bali dibatalkan
Rute terdampak mayoritas menuju/berasal dari Australia serta penerbangan domestik ke Labuan Bajo.
DENPASAR: Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur meletus hebat Selasa petang (17 Juni) sekitar pukul 17.35 WITA, memuntahkan kolom abu setinggi ±10–11 kilometer.
Seismograf mencatat amplitudo maksimum 47,3 mm selama hampir tujuh menit, disertai awan panas dan lontaran lava pijar.
Kolom abu berwarna kelabu tebal dengan arah sebaran ke berbagai penjuru mata angin.
Status vulkanik langsung dinaikkan ke Level IV (Awas)—peringatan tertinggi dalam sistem mitigasi Indonesia.
Dampaknya terasa hingga Bali di mana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat setidaknya 24 penerbangan internasional dan domestik dibatalkan pada Rabu (18 Juni).
Rute terdampak mayoritas menuju/berasal dari Australia serta beberapa penerbangan domestic ke Labuan Bajo.
Maskapai-maskapai yang membatalkan di antaranya Scoot, Jetstar, Air India, Air New Zealand, dan Juneyao Airlines.
Bandara tetap beroperasi, namun setiap maskapai menilai risiko abu di jalur udara secara mandiri.
“Betul, informasi yang kami terima per pagi ini, ada beberapa maskapai yang memutuskan untuk cancel. Tapi untuk operasional bandara tetap normal, take off landing tetap terlayani. Sementara sedang kami rekap data penerbangan yang dibatalkan,” ungkap Branch Communication Department Head Bandara Ngurah Rai, Yuristo Ardhi Hanggoro kepada Tribunnews.
Di Pulau Flores, Bandara Frans Seda (Maumere), H. Hasan Aroeboesman (Ende), dan Soa (Bajawa) ditutup total setelah uji kertas menemukan lapisan abu di landasan.
Penutupan diberlakukan sampai visibilitas dan keamanan landasan kembali memenuhi standar.
Abu vulkanik pun mencapai Kabupaten Ende dan Maumere.
BPBD setempat meminta warga memakai masker N95, menutup penampungan air, dan membatasi kegiatan luar ruang guna mencegah iritasi pernapasan.
Otoritas juga memperluas zona eksklusi hingga radius 7–8 km dari kawah, sembari mengingatkan bahaya lahar dingin jika hujan lebat turun di lereng.
Badan Geologi menegaskan Lewotobi Laki-Laki—gunung “kembar” dengan Lewotobi Perempuan—memiliki riwayat aktivitas panjang.
Letusan besar pernah tercatat pada 1921, sementara periode November 2023–Mei 2024 menorehkan serangkaian erupsi setinggi 6–10 km.
Masyarakat diminta memantau laporan real-time di laman MAGMA Indonesia (https://magma.esdm.go.id) atau call center PVMBG (022-7272606) guna memperoleh update valid mengenai arah angin dan perkembangan status.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.