Skip to main content
Iklan

Indonesia

Gubernur Dedi Mulyadi terapkan wajib militer 6 bulan untuk siswa Jabar, apa tujuannya?

Target utama pendidikan wamil adalah siswa yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas maupun tindak kriminalitas.

Gubernur Dedi Mulyadi terapkan wajib militer 6 bulan untuk siswa Jabar, apa tujuannya?
Ilustrasi wajib militer (iStock)

BANDUNG: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi akan menerapkan program wajib militer (wamil) bagi siswa setingkat SMA dan SMK mulai 2 Mei 2025.

Program ini bertujuan untuk memperkuat karakter dan kedisiplinan pelajar, khususnya mereka yang terindikasi terlibat dalam perilaku negatif.

Dalam keterangan resminya dilansir dari Kompas pada Sabtu (26/4), Dedi menjelaskan bahwa setiap sekolah akan didampingi oleh pembina dari unsur TNI dan Polri.

Untuk mendukung program ini, TNI juga menyiapkan sekitar 30 hingga 40 barak sebagai tempat pembinaan intensif.

"Program ini tidak harus serentak di seluruh 27 kabupaten/kota. Kita mulai dari daerah yang paling siap dan dinilai rawan, kemudian bertahap diperluas," ujar Dedi.

Para peserta program dipilih berdasarkan kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua.

Fokus utama adalah siswa yang dinilai sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas maupun tindak kriminalitas.

Selama enam bulan, para siswa akan tinggal di barak dan mengikuti pendidikan karakter, tanpa mengikuti kegiatan sekolah formal seperti biasa.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel)

KURIKULUM MILITER

Lebih lanjut, Dedi berharap, pendidikan ala militer ini dapat menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta semangat bela negara di kalangan pelajar.

Sebagai tindal lanjut dari pendidikan militer di lapangan ini, mulai tahun ajaran baru mendatang, kurikulum wajib militer juga rencananya diterapkan di seluruh SMA/SMK di Jawa Barat, dengan keterlibatan aktif anggota TNI dan Polri di lingkungan sekolah.

Dedi menegaskan bahwa kurikulum baru ini bukan hanya bertujuan menekan angka tawuran dan kenakalan remaja, tetapi juga menggali potensi siswa di berbagai bidang.

Program wajib militer akan diintegrasikan dengan sektor-sektor strategis di tiap daerah, seperti pertanian dan peternakan, guna membekali siswa dengan keterampilan praktis untuk dunia kerja.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan