Jokowi bagi-bagi 300 Golden Visa, Indonesia cuan investasi Rp2 Triliun
Salah satu nama yang diincar untuk menerima Golden Visa adalah taipan teknologi dan CEO Tesla Elon Musk.
JAKARTA: Indonesia menerima investasi sebesar Rp 2 triliun dari 300 warga negara asing (WNA) yang telah memperoleh golden visa.
Kabar baik ini disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Silmy Karim, setelah peluncuran fasilitas visa istimewa itu.
“Harapan kami adalah ini dapat memberikan dampak positif pada perekonomian. Dari 300 orang yang telah menerima golden visa, investasi yang masuk mencapai Rp 2 triliun dan jumlah ini tentunya akan terus bertambah,” terang Silmy, Kamis (25 Juli) kepada Kantor Berita Antara.
Silmy menjelaskan bahwa 300 WNA yang telah menerima golden visa ini terdiri dari berbagai kategori, baik yang didaftarkan melalui perusahaan maupun perorangan.
Beberapa di antaranya adalah talenta global terkemuka seperti pendiri perusahaan teknologi Chat GPT Samuel Altman, pelatih tim nasional sepak bola Indonesia Shin Tae-yong, presiden direktur Boeing Indonesia, hingga peraih Nobel.
“Saat ini, peluang besar ada pada industri hilir dari komoditas asli Indonesia, seperti nikel, logam, dan perkebunan beserta industri turunannya. Ke depannya, dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang fokus pada sektor pangan dan energi, kita akan lebih memusatkan perhatian pada bidang-bidang tersebut,” lanjutnya ketika ditanya mengenai industri investasi yang dibidik.
Pada tahun ini, pemerintah menargetkan membagikan 1.000 golden visa kepada WNI terpilih yang berkualitas tinggi.
Salah satu nama yang diincar adalah CEO Tesla Elon Musk.
Silmy memaparkan bahwa jenis golden visa mencakup Investor Perorangan, Investor Korporasi, Eks Warga Negara Indonesia, Keturunan Eks Warga Negara Indonesia, Rumah Kedua (Second Home), Talenta Global, dan Tokoh Dunia.
Ia juga menambahkan bahwa perputaran uang yang besar di dalam negeri ini dapat memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia, misal sektor tenaga kerja.
"Ke depan, harapannya kita juga dapat menghitung berapa banyak warga negara Indonesia yang dapat bekerja berkat investasi yang dilakukan," tutur Silmy.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini