Golden hour hampir usai, 59 santri masih terjebak, 5 tewas di reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Penggunaan alat berat untuk mempercepat evakuasi berisiko tinggi karena kondisi bangunan yang runtuh dengan pola pancake collapse.
SIDOARJO: Menjelang berakhirnya masa golden time 72 jam, Tim SAR gabungan menggelar asesmen terakhir untuk menentukan langkah pencarian korban tertimbun reruntuhan bangunan tiga lantai dan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Asesmen dihadiri Forkopimda Jawa Timur, perwakilan wali santri, serta sejumlah pihak terkait. Agenda utama yang dibahas adalah keputusan penggunaan alat berat untuk mempercepat evakuasi, meski berisiko tinggi akibat kondisi bangunan yang runtuh dengan pola pancake collapse.
GOLDEN TIME BERAKHIR KAMIS SORE
Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus On Scene Commander (OSC), Nanang Sigit, menegaskan batas golden time berakhir Kamis (2/10) pukul 16.00 WIB.
“Pukul 4 sore, tepat 72 jam sejak hari Senin. Itu batas golden time,” ujar Nanang dilansir beritajatim.com
“Hasil assessment terakhir baru akan diputuskan, apakah menggunakan alat berat atau tidak,” imbuhnya.
Struktur bangunan Ponpes Al Khoziny diketahui runtuh dengan pola pancake collapse, yakni tumpukan beton saling menindih. Kondisi ini membuat pencarian manual penuh risiko.
Jika tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan, pemerintah bersama Basarnas akan bermusyawarah dengan keluarga korban sebelum evakuasi menggunakan alat berat.
Pantauan menunjukkan lima unit alat berat sudah terparkir di sekitar lokasi, menunggu keputusan resmi.
DATA BPNB: 59 MASIH TERJEBAK
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikutip Kumparan melaporkan, per Rabu (1/10) pukul 23.00 WIB, sebanyak 59 orang masih terjebak di dalam reruntuhan. Angka ini berdasarkan absensi pondok pesantren dan laporan kehilangan keluarga.
BNPB juga menyebut, hingga Rabu pukul 22.00 WIB, lima orang berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup, meski satu di antaranya kritis dan butuh penanganan medis khusus. Seluruh penyintas dilarikan ke RSUD Sidoarjo.
Lima santri yang selamat adalah Syehlendra Haical Raka Aditya, Muhammad Wahyudi, Al Fatih, Taufan Saputra Dewa, dan Saiful Rozi. Mereka kini dirawat di RS Notopuro Sidoarjo.
Selain itu, tim SAR menemukan dua korban meninggal dunia, sehingga total korban tewas menjadi lima orang sejak insiden terjadi.
Bangunan asrama putra Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin, 29 September 2025. Saat itu, ratusan santri tengah melaksanakan salat Asar berjemaah di lantai dua yang difungsikan sebagai musala.
Pengasuh pesantren, Abdul Salam Mujib, mengatakan gedung berlantai empat itu masih dalam tahap renovasi. Sejak pagi hingga siang, atap lantai tiga baru saja dicor. Sekitar pukul 15.00, atap yang baru dicor tersebut ambruk dan menimpa para santri di bawahnya.