Skip to main content
Iklan

Indonesia

Gibran bantah anggaran Makan Siang Gratis akan dipangkas dari Rp15.000 jadi Rp7.500

Gibran menekankan bahwa anggaran Rp 15.000 itu sudah ideal.

Gibran bantah anggaran Makan Siang Gratis akan dipangkas dari Rp15.000 jadi Rp7.500
Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming (CNA/Wisnu Agung Prasetyo)
18 Jul 2024 03:33PM (Diperbarui: 18 Jul 2024 03:41PM)

SOLO: Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, membantah adanya rencana pemangkasan anggaran program makan bergizi gratis dari Rp 15.000 menjadi Rp 7.500.

Wacana tersebut sebelumnya dilontarkan oleh ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan, yang mengaku telah berkomunikasi dengan tim ekonomi Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

"Kata siapa? Enggak, enggak. Tunggu kepastiannya dulu, ya. Jangan memberitakan hal yang belum pasti," kata Gibran kepada detikJateng saat ditemui di Balai Kota Solo, Kamis (18 Juli).

Gibran menjelaskan bahwa anggaran untuk makan bergizi gratis idealnya adalah Rp 15.000 per porsi.

Menurutnya, anggaran sebesar itu telah diuji coba di beberapa daerah dan hasilnya memuaskan.

"Iya, betul. Anggaran Rp 15.000 itu sudah ideal dan sudah diuji coba. Termasuk di Solo hari Senin ada uji coba," ungkapnya.

Putra sulung Presiden Jokowi ini juga menyebutkan bahwa program ini belum final dan masih membutuhkan masukan dari para penerima manfaat.

"Kita banyak melibatkan ahli gizi. Tapi nanti jika ada masukan dari murid, orang tua murid, guru, monggo disampaikan ke kami. Belum ada yang final," pungkasnya.

Sebelumnya, Heriyanto menyoroti niatan Prabowo untuk menjalankan program tersebut secara efektif tanpa menambah atau mengurangi pagu anggaran Rp 71 triliun.

Ia menyebutkan kemungkinan pengaturan anggaran antara Rp 9.000 hingga Rp 7.500 per porsi.

"Ini juga mencerminkan keinginan politisi untuk menjadikan program ini bermanfaat bagi sebanyak mungkin rakyat," tambahnya.

Langkah efisiensi anggaran ini dipandang sebagai upaya positif dari pemerintah mendatang untuk menjaga keberlanjutan APBN.

"Yang penting adalah pemikiran untuk mendorong program ini dalam batas anggaran yang tersedia. Rp 71 triliun harus dikelola secara efektif, bukan dinaikkan menjadi Rp 200 triliun atau lebih," tutur Heriyanto.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan