Skip to main content
Iklan

Indonesia

Turun kasta di ranking Skytrax, apa kata Garuda Indonesia?

Garuda menyiapkan roadmap peningkatan layanan usai Skytrax menurunkan peringkatnya ke bintang empat, mencakup kabin, bandara, lounge, digital, dan inflight service.

Turun kasta di ranking Skytrax, apa kata Garuda Indonesia?

Pesawat Garuda Indonesia terlihat di landasan pacu Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten pada 8 Februari 2026. (CNA/Ericssen)

18 Mar 2026 02:56PM (Diperbarui: 18 Mar 2026 02:57PM)

JAKARTA: Garuda Indonesia merespons penurunan peringkat dari bintang lima menjadi bintang empat oleh Skytrax dengan menyiapkan sejumlah langkah perbaikan layanan. Manajemen menyebut perubahan ini sebagai bagian dari fase transformasi perusahaan.

Penyesuaian predikat tersebut dilakukan oleh lembaga pemeringkatan penerbangan global Skytrax yang berbasis di Inggris melalui pembaruan World Airline Star Rating.

Selama lebih dari dua dekade, sertifikasi Skytrax dikenal sebagai salah satu tolak ukur mutu paling bergengsi di industri penerbangan internasional.

Skytrax menyebut penurunan peringkat Garuda Indonesia berkaitan dengan merosotnya standar produk selama masa restrukturisasi dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, kualitas keramah-tamahan awak kabin dan staf darat dinilai tetap solid.

Namun sejumlah aspek layanan dinilai belum memenuhi standar maskapai bintang lima, termasuk kenyamanan kursi, kelengkapan fasilitas tambahan, sajian makanan dan minuman, sistem hiburan dalam pesawat, hingga kebersihan kabin.

FOKUS TRANSFORMASI LAYANAN

Garuda Indonesia menyatakan fokus utama saat ini adalah pemulihan dan penguatan fundamental kinerja perusahaan, terutama pada aspek keuangan dan keberlanjutan usaha.

"Garuda Indonesia memahami hal tersebut sebagai bagian dari refleksi atas fase transformasi yang tengah dijalankan perusahaan. Hal ini yang pada tahun 2026 kami akan perkuat melalui berbagai inisiatif penguatan landasan aspek layanan," demikian pernyataan manajemen belum lama ini diwartakan detikTravel.

Perusahaan juga tengah menyusun roadmap peningkatan layanan secara menyeluruh yang mencakup berbagai titik pengalaman penumpang.

Langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas layanan kabin dan pengalaman penerbangan, penyegaran layanan di bandara, peremajaan lounge, pengembangan layanan digital, serta penyempurnaan inflight service.

Garuda menargetkan perbaikan layanan dilakukan secara bertahap untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih konsisten, nyaman, dan bernilai tambah.

Garuda Indonesia memproyeksikan tahun 2026 sebagai momentum percepatan transformasi operasional dan peningkatan kualitas layanan.

Seluruh pengembangan akan mengacu pada pendekatan 5 senses experience yang mencakup aspek sight, sound, scent, taste, dan touch.

Upaya ini juga diselaraskan dengan penguatan kinerja keuangan sebagai prioritas utama dalam proses transformasi perusahaan.

Manajemen menegaskan proses pembenahan akan dilakukan secara bertahap dan terukur untuk memastikan hasil yang berkelanjutan.

Transformasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan sekaligus memperkuat fondasi bisnis perusahaan ke depan.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(jt)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan