Gara-gara tolak atlet Israel, IOC larang Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade dan kejuaraan internasional
IOC menilai kebijakan Indonesia bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi yang berlaku dalam dunia olahraga internasional.
JAKARTA: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan publik dalam setiap penyelenggaraan ajang olahraga internasional.
Pernyataan ini disampaikan menyusul keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang melarang Indonesia menjadi tuan rumah berbagai event olahraga dunia, termasuk Olimpiade dan Youth Olympic Games.
“Kami di Kemenpora, sebagai wakil Pemerintah Indonesia, berpegang pada prinsip untuk menjaga keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan publik dalam setiap penyelenggaraan event internasional,” ujar Erick dalam pernyataannya dikutip dari laman resmi Kemenpora, Kamis (23/10).
Erick menjelaskan, keputusan pemerintah menolak visa tim Israel untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku serta posisi diplomatik Indonesia yang tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel.
Ia menambahkan, Kemenpora dan pemerintah tetap berkomitmen menyiapkan blueprint pembangunan olahraga nasional, termasuk penguatan 17 cabang olahraga unggulan serta pembangunan pusat latihan tim nasional.
IOC HUKUM INDONESIA
Sebelumnya, IOC memutuskan untuk menghentikan seluruh dialog dengan Komite Olimpiade Nasional Indonesia (KOI) terkait penyelenggaraan Olimpiade, Youth Olympic Games, atau konferensi olahraga internasional lainnya.
Langkah ini diambil setelah pemerintah Indonesia menolak kedatangan tim Israel sebagai bentuk protes terhadap operasi militer Israel di Gaza.
Dalam pernyataan resminya, IOC menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi yang berlaku dalam dunia olahraga internasional.
“Komite eksekutif IOC memutuskan untuk mengakhiri segala bentuk dialog dengan Komite Olimpiade Nasional Indonesia mengenai penyelenggaraan Olimpiade, Youth Olympic Games, atau konferensi olahraga lainnya,” tulis pernyataan IOC.
IOC juga menyebut larangan ini akan tetap berlaku sampai Indonesia memberikan jaminan bahwa semua peserta, tanpa memandang kebangsaan, dapat memperoleh akses penuh untuk mengikuti kejuaraan olahraga di wilayah Indonesia.
Selain itu, IOC juga akan merekomendasikan kepada seluruh federasi olahraga internasional agar tidak menggelar kompetisi atau pertemuan di Indonesia sampai jaminan tersebut terpenuhi.
Federasi Senam Israel (Israel Gymnastics Federation/IGF) menilai keputusan Indonesia menolak visa atlet mereka merupakan “preseden berbahaya” dan mengkritik keras Federasi Senam Internasional (FIG).
IGF mengklaim sebelumnya telah memperoleh jaminan bahwa delegasi Israel akan diizinkan berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut.
Salah satu atlet yang terdampak adalah Artem Dolgopyat, juara dunia nomor lantai dan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. IGF sempat mengajukan permohonan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) agar partisipasi Israel dijamin atau kejuaraan dipindahkan, namun ditolak.