TKN Prabowo ungkap rencana pembentukan Badan Penerimaan Negara ke investor Singapura
Pembentukan Badan Penerimaan Negara ini akan membuka jalan pemisahan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak dari Kementerian Keuangan.
SINGAPURA: Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana membentuk Badan Penerimaan Negara atau BPN yang akan bertanggung jawab memusatkan penarikan penerimaan negara dari pajak, bea cukai, dan non pajak lewat satu pintu.
Program ini disampaikan oleh anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Dradjad Wibowo ketika menyampaikan paparannya pada Forum Bisnis Indonesia – Singapura bertajuk Beyond the Ballot: Shaping the Future of Business and Investment in Indonesia, Rabu siang (27 Maret).
Pada forum yang digelar di Hotel Hilton, Orchard, Singapura itu, Dradjat memaparkan apa-apa saja yang akan menjadi program prioritas Prabowo-Gibran kepada investor negeri “Singa”
Ekonom berusia 59 tahun itu menekankan pembentukan Badan Penerimaan Negara ini krusial untuk membiayai sejumlah program-program yang telah dicanangkan Prabowo-Gibran misalnya program makan siang gratis.
Harapannya rasio penerimaan negara terhadap nilai Produk Domestik Bruto (PDB) dapat mencapai 23 persen selama lima tahun ke depan. Adapun saat ini masih sekitar 10 persen.
Tangung jawab perpajakan saat ini berada di tangan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
Pemisahan Dirjen Pajak dari Kemenkeu diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara dari aktivitas ekonomi yang selama ini bergerak di ruang-ruang gelap.
Rencananya lanjut Dradjat, BPN akan berada langsung di bawah Presiden.
Pemisahan ini menurutnya adalah hal yang lumrah di negara-negara lain misal Internal Revenue Service (IRS) di Amerika Serikat dan Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS) di Singapura.
Adapun dari pantauan CNA, forum yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC), Kementerian Investasi. bekerjasama dengan Enterprise Singapura ramai dipadati hadirin mencapai sekitar 400 peserta.
Forum dibuka resmi oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Singapura Gan Kim Yong menjadi pembicara kunci.
Ikut menjadi panelis pada sesi dialog adalah Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono, mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Senior Fellow Center for Strategic and International Studies Dr Philips Vermonte, Direktor Pelaksana UOB Jimmy Koh dan Asisten CEO Enterprise Singapura Eunice Koh.