Singapura bekerja sama dengan Indonesia untuk membantu warganya yang terdampak erupsi Gunung Dukono
Sembilan warga Singapura termasuk di antara 20 pendaki yang sedang mendaki Gunung Dukono saat gunung berapi tersebut meletus.
Asap membumbung tinggi dari puncak Gunung Dukono setelah gunung di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Indonesia itu erupsi pada 8 Mei 2026, dalam foto yang diperoleh dari media sosial ini. (Foto: Jhon Frengki Manipa/via REUTERS)
SINGAPURA: Singapura bekerja sama dengan Indonesia untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada warga Singapura yang terdampak erupsi Gunung Dukono di Indonesia, kata Kementerian Luar Negeri Singapura pada Jumat (8 Mei).
“Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Singapura di Jakarta bekerja sama erat dengan otoritas Indonesia untuk mengumpulkan informasi yang relevan, serta memberikan bantuan konsuler dan dukungan kepada warga Singapura yang terdampak beserta keluarga mereka,” ujar Kemenlu Singapura.
Tiga pendaki, termasuk dua warga Singapura, dilaporkan meninggal dunia setelah Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Indonesia bagian timur, meletus.
Gunung berapi yang terletak di Provinsi Maluku Utara itu meletus pada Jumat pukul 07.41 waktu setempat (06.41 waktu Singapura) pada Jumat, dengan menyemburkan asap setinggi 10 km ke udara.
“Ada tiga korban meninggal, dua warga asing dan satu warga Pulau Ternate,” kata Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu kepada Kompas TV.
Kemenlu Singapura tidak mengungkapkan jumlah pasti warga Singapura yang terdampak, namun otoritas Indonesia melaporkan bahwa 20 orang terjebak dalam erupsi tersebut, dengan tiga orang masih hilang.
Gunung Dukono saat ini berada pada status Waspada atau level 2 dalam sistem peringatan empat tingkat di Indonesia.
Kawasan tersebut telah ditutup untuk pengunjung sejak 17 April setelah para ilmuwan mengamati peningkatan aktivitas vulkanik.
Sejak Desember, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah merekomendasikan agar wisatawan dan pendaki tidak mendekati radius 4km dari Kawah Malupang Warirang.
Berbeda dengan gunung berapi lain di Indonesia yang lebih ramah wisatawan, Gunung Dukono berada jauh dari jalur utama perjalanan. Untuk mencapainya dari Jakarta biasanya memerlukan penerbangan ke Ternate, dilanjutkan dengan perjalanan laut ke Halmahera, serta perjalanan darat panjang ke Tobelo di Halmahera Utara sebelum pendakian dimulai.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.