Skip to main content
Iklan

Indonesia

Sedot lemak selebgram Ella Hasibuan berujung maut, ini penjelasan WSJ Beauty

Permasalahan terjadi ketika proses sedot lemak mulai dilakukan di mana Ella tiba-tiba pingsan dan kejang-kejang.

Sedot lemak selebgram Ella Hasibuan berujung maut, ini penjelasan WSJ Beauty
Ella Nanda Sari Hasibuan (Facebook/Ella Nanda Sari Hasibuan)

DEPOK: Peristiwa sedot lemak yang menewaskan selebgram Ella Nanda Sari Hasibuan memasuki babak terbaru.

Klinik kecantikan WSJ Beauty di Depok yang menjadi saksi bisu Ella meregang nyawa akhirnya angkat bicara perihal kematian tragis pasiennya itu.

"Jadi kalau kronologisnya itu awalnya Ibu Ella ini pesan dulu, harus ada janjian dulu. Terus janjian pada tanggal 22 Juli hari Senin kalau nggak salah. Beliau sampai di klinik sekitar jam 11.00 WIB, menunggu dulu diperiksa dulu sesuai dengan prosedur yang ada," cerita kuasa hukum WSJ Beauty Ricardo Siahaan kepada detikNews, Senin (29 Juli).

Ella kemudian, sambung Ricardo, melakukan proses administrasi pukul 12.30 WIB.

Setelah selesai, Ella mulai menjalani tindakan sedot lemak di bagian lengan kanan dan lengan kiri.

"Awalnya itu pas diambil tindakan ya masih normal-normal saja ya, kebetulan dia itu sedot lemak di lengan kanan dan kiri gitu," papar Ricardo.

Permasalahan muncul ketika proses sedot lemak dilakukan di mana perempuan berusia 30 tahun itu tiba-tiba pingsan dan kejang-kejang.

"Pas pengambilan sedot lemak ini tiba-tiba itu Ibu Ella pingsan terus kejang ada kejang habis itu dari dokternya langsung inisiasi untuk infus. Pas mau diinfus itu dicari nadinya tiba-tiba pembuluh darahnya pecah mau diinfus yang kedua tidak bisa juga," tuturnya.

Pihak klinik segera merujuk korban ke RS Bunda Margonda Depok. Namun Ella sudah meninggal dunia ketika tiba di RS.

"Kejadian seperti itu, langsung dirujuk ke RS yang ada di Margonda dalam posisi Ibu Ella masih ada. Setelah dirujuk ke RS itu sesampai di RS kalau nggak salah pas diperiksa matanya, Ibu Ella sudah tidak ada," lanjut Ricardo.

Ricardo menekankan dia tidak mengetahui sejauh ini penyebab korban kejang-kejang saat prosedur kecantikan dilakukan.

"Kalau pemicunya itu kan saya nggak tahu apa-apa, saya nggak mengerti. Tapi medis yang mengerti kenapa bisa kejang dan pembuluh darah pecah saya kurang paham menerangkannya nanti tim medis yang menjelaskan," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Depok Mary Liziawati ketika dihubungi detikNews menjelaskan bahwa WSJ Beauty hanya memiliki izin pratama.

"Izin atau sertifikat standar: klinik pratama. Berdasarkan informasi dari perdoksi, sedot lemak dilakukan oleh spesialis," kata Mary kepada detikNews.

Mary belum bisa memastikan tindakan apa yang telah dilakukan klinik WSJ Beauty hingga merenggut nyawa selebgram dari Medan itu. 

Pihaknya saat ini masih menunggu laporan tertulis dari klinik.

Adapun kasus kematian Ella tengah diusut oleh Polres Metro Depok.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan