Skip to main content
Iklan

Indonesia

Diduga korban malapraktik, selebgram Medan tewas usai operasi sedot lemak di Depok

Ella Nanda Sari Hasibuan meregang nyawa setelah membuang lemak di lengan

Diduga korban malapraktik, selebgram Medan tewas usai operasi sedot lemak di Depok
Ella Nanda Sari Hasibuan (Facebook/Ella Nanda Sari Hasibuan)
29 Jul 2024 02:20PM (Diperbarui: 29 Jul 2024 02:41PM)

DEPOK: Ella Nanda Sari Hasibuan, selebgram asal Medan, meninggal dunia setelah menjalani operasi sedot lemak di sebuah klinik kecantikan di Jalan Ridwan Rais, Beji, Depok, Jawa Barat.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin pekan lalu (22 Juli).

Kapolres Metro Depok, Kombes Arya Perdana, mengungkapkan bahwa operasi sedot lemak tersebut dilakukan oleh dokter berinisial A dengan bantuan dua perawat berinisial K dan T.

Saat itu, korban ingin melakukan operasi sedot lemak di lengan kanan dan kiri.

Operasi disebut berhasil dilakukan pada salah satu lengan korban.

"Yang satu lengan berhasil, namun pada lengan lainnya terdapat masalah. Pembuluh darahnya pecah, sehingga mengakibatkan korban harus dirawat intensif dan akhirnya meninggal dunia," papar Arya kepada CNN Indonesia, Minggu (28 Juli).

Korban sempat dilarikan ke RS Bunda Margonda Depok, Jawa Barat, namun nyawanya tidak terselamatkan.

Polisi telah memeriksa dua orang saksi, yakni dokter yang menangani korban serta suami dari pemilik klinik kecantikan tersebut.

Arya, lebih jauh, mengatakan polisi akan mendalami dugaan kelalaian dalam kasus ini.

Polisi akan memeriksa apakah klinik tersebut telah menjalankan prosedur medis sesuai dengan standar yang berlaku dan apakah tenaga medis yang terlibat memiliki kualifikasi yang diperlukan.

Ia menambahkan bahwa pihaknya membuka kemungkinan untuk melakukan proses ekshumasi guna mengusut kasus ini lebih dalam.

Diketahui, korban telah dibawa pihak keluarga dan dimakamkan di kampung halaman di Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Ella Nanda Sari Hasibuan (Facebook/Ella Nanda Sari Hasibuan)

Pihak keluarga korban sangat terpukul oleh kematian mendadak Ella yang dinilai janggal.

"Kata mereka, Ella ini pingsan saat proses tindakan dan dibawa ke RS Margonda. Namun di jalan, Ella meninggal. Kami tidak bisa percaya begitu saja, karena Ella dalam keadaan sehat sebelumnya. Apakah ada keracunan anestesi atau kesalahan prosedur, kami tidak tahu," cerita kakak korban, Okta Lia Hasibuan saat dikonfirmasi media di Medan.

Okta menilai pihak klinik terkesan lepas tangan terkait kejelasan penyebab kematian adiknya setelah memberikan uang duka kepada keluarga.

Bahkan, ia menyebutkan pihak klinik enggan memberikan catatan rekam medis Ella.

Menurut laporan Kompas, klinik kecantikan tersebut pernah dilaporkan ke polisi pada tahun 2023 atas kasus dugaan malapraktik yang serupa.

Saat itu, pasien mengeluhkan efek samping setelah menjalani prosedur kecantikan. 

Namun, kasus tersebut tidak dilanjutkan karena pelapor kemudian mencabut laporannya.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan