Skip to main content
Iklan

Indonesia

Jokowi banggakan 'lompatan sangat besar' ekspor nikel menjadi Rp510 triliun

Jokowi banggakan 'lompatan sangat besar' ekspor nikel menjadi Rp510 triliun

Terak panas mengalir dari truk ke lokasi pembuangan di pabrik pengolahan nikel. (Foto arsip: Antara Foto/Jojon via REUTERS)

JAKARTA: Presiden Joko Widodo mengungkapkan telah terjadi "lompatan sangat besar" nilai ekspor nikel Indonesia ke sekitar Rp510 triliun, dikarenakan inisiatif hilirisasi produksi tambang tersebut yang telah banyak menuai pro dan kontra.

"Dari yang sebelumnya Rp33 triliun melompat jadi kira-kira Rp510 triliun. Lompatan sangat besar sekali. Meskipun sekali lagi awal-awal banyak yang tidak setuju, pro dan kontra," kata Jokowi pada Rabu (7/8), mengutip Kumparan.

Keputusan Kepala Negara itu untuk memberhentikan ekspor bahan mentah nikel sempat digugat oleh Uni Eropa.

"Dan kita kalah. Tapi saya sampaikan negara ini adalah negara yang berdaulat, kepentingan nasional adalah segala-galanya buat kita, tidak bisa kita didikte oleh siapa pun. Saya sampaikan pada menteri maju terus, digugat kalah, banding," ungkapnya.

Sejumlah smelter nikel dan "turunannya" termasuk di Morowali dan Wedape sudah berjalan, ujar Jokowi.

Lebih lagi, di bulan Agustus dan September, smelter-smelter lain di Sumbawa dan Gresik akan berproduksi, serta pengolahan produksi bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat akan beroperasi maksimal.

"Sehingga kalau semuanya jadi ekosistemnya akan terbangun kita akan bisa masuk ke global supply chain yang akan memberikan nilai tambah yang besar baik masalah rekrutmen tenaga kerja maupun pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Source: Others/jt

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan