Skip to main content
Iklan

Indonesia

Ekonomi Indonesia sedang tidak baik? Apindo: 250 ribu pekerja kena PHK tahun 2024

Sektor yang terimbas parah adalah industri padat karya, terutama manufaktur.

Ekonomi Indonesia sedang tidak baik? Apindo: 250 ribu pekerja kena PHK tahun 2024
Ilustrasi pabril tekstil (iStock)
20 Mar 2025 09:20AM (Diperbarui: 20 Mar 2025 09:27AM)

JAKARTA: Indikator ekonomi Indonesia dinilai sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat bahwa sepanjang 2024, jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) menembus 250.000 orang.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, dilansir CNN Indonesia, Rabu (19/3), mengungkapkan bahwa angka ini berasal dari data BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan pencairan jaminan hari tua (JHT) dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP).

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan data yang dirilis Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Januari lalu, yang mencatat jumlah PHK sepanjang 2024 hanya mencapai 77.965 orang.

Bahkan, jika dibandingkan dengan 2023, kenaikan jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan sangat signifikan, mengingat angka PHK pada tahun tersebut hanya 64.855 orang.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara, Ristadi, ketika itu sempat mempertanyakan validitas data pemerintah yang dinilainya kurang aktif dalam mengumpulkan informasi.

"Kemnaker dan dinas tenaga kerja daerah tidak menjemput bola, hanya menunggu laporan dari pengusaha terkait PHK," ujarnya.

Bob Azam juga menyampaikan bahwa pada Januari hingga Februari 2025, jumlah pekerja yang terkena badai PHK telah mencapai 40.000 orang, dengan mayoritas berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Sudah ada angkanya ya, terutama kan Jakarta dan Jawa Barat yang paling banyak. Jadi Januari dan Februari ini udah sekitar 40 ribu (buruh kena PHK)," katanya. 

Sektor yang paling terdampak adalah industri padat karya, terutama manufaktur seperti tekstil, yang kini menghadapi tantangan berat.

"Sektor padat karya masih menjadi yang paling rentan. Ini alasan mengapa pemerintah harus segera membuat kebijakan yang tepat," tegas Bob.

Di sisi lain, gelombang PHK diperkirakan akan terus melonjak. Kasus terbaru adalah PHK massal yang dilakukan PT Sri Rejeki Isman (Sritex), yang merumahkan 11.025 pekerja pada awal Maret akibat penutupan pabrik.

Sementara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh mengungkapkan data lain bahwa dalam dua bulan pertama 2025, sudah ada sekitar 60.000 pekerja di Indonesia yang kehilangan pekerjaan.

PHK ini terjadi di 50 perusahaan, termasuk Sritex, Aditec, dan PT Danbi Garut.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan