Dukcapil ungkap nama terpanjang di Indonesia capai 78 huruf, apa namanya?
Selain nama panjang, Dukcapil juga menemukan fenomena nama unik yang terinspirasi dari pandemi COVID-19 misal Muhamad Raja Vairus Covid Nineteen Tebar Pesona.
JAKARTA: Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis daftar nama-nama terpanjang di Indonesia. Dalam data terbaru, ada warga dengan nama sepanjang 78 karakter yang menjadi rekor nasional.
Data ini dipaparkan langsung oleh Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi dalam acara Satu Data Untuk Semua: Summit Data Kependudukan Semester I 2025 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (28/8).
Dalam paparannya dilansir dari CNN Indonesia, Teguh menampilkan beberapa nama warga Indonesia dengan panjang di atas rata-rata. Nama terpanjang tercatat:
- 78 karakter: Shinggudinggazhanggaree Jaudingginaderaenivatearathus Mauradhuttamazhazhilazu'art
- 68 karakter: Engkang Sinuhun Kanjeng Pangeran Gagak Handoko Hadiningrat Putro Sabdo Langit
- 60 karakter: Crescentia Fransisca Theresia Johanna Widyarsari Puspa Caesarianti
Nama-nama ini menonjol karena tidak hanya panjang, tetapi juga sarat makna budaya, agama, dan tradisi keluarga.
Selain nama panjang, Dukcapil juga menemukan fenomena nama unik yang terinspirasi dari pandemi COVID-19. Sejumlah orang tua menamai anaknya dengan istilah medis maupun nama vaksin, di antaranya:
1. Kazazi Moderna
2. Sinovac Putra Covid Alfarizi
3. Muhamad Raja Vairus Covid Nineteen Tebar Pesona
4. Alvaksino
5. Astra Zeneca
6. Coronawan
7. Ni Ketut Citra Covida Karantina
Teguh menjelaskan bahwa nama-nama ini tercatat sebelum adanya aturan baru tentang pembatasan jumlah huruf dalam nama.
Berdasarkan Permendagri Nomor 73 Tahun 2022, jumlah huruf dalam penulisan nama pada dokumen kependudukan kini dibatasi maksimal 60 karakter termasuk spasi. Aturan ini dibuat agar nama lebih mudah dicatat, dibaca, dan dipakai dalam layanan publik.
Dengan aturan tersebut, nama terpanjang 78 huruf tidak akan lagi bisa tercatat di kemudian hari.
BONUS DEMOGRAFI INDONESIA
Selain mengungkap data unik soal nama, Dukcapil juga memaparkan kondisi kependudukan Indonesia terkini. Jumlah penduduk Indonesia pada Semester I 2025 mencapai 286.693.693 jiwa.
Dari jumlah itu, sekitar 199,3 juta jiwa (69,51 persen) masuk kategori usia produktif (15–64 tahun). Kelompok usia terbanyak berada di rentang 40–44 tahun dengan jumlah 14,9 juta orang.
“Sering disampaikan bonus demografi, ternyata benar. Kalau dikelola dengan baik, Indonesia Emas 2045 bisa diwujudkan,” tegas Teguh.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.