Skip to main content
Iklan

Indonesia

Sutrisno, Sulastri, Junaidi, Nurhayati, nama-nama paling populer di Indonesia

Nama tradisional seperti Sutrisno dan Sulastri masih mendominasi, tetapi generasi muda kini lebih banyak menggunakan nama modern, Islami, hingga terinspirasi tokoh dunia.

Sutrisno, Sulastri, Junaidi, Nurhayati, nama-nama paling populer di Indonesia

Ilustrasi Akta Kelahiran (IG/Dukcapil Kemendagri)

JAKARTA: Nama Sutrisno dan Sulastri masih menjadi nama yang paling banyak digunakan di Pulau Jawa, menurut data terbaru Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun, tren pemberian nama di Indonesia mulai bergeser, dengan generasi muda kini lebih banyak menggunakan nama bernuansa modern dan Islami.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Teguh Setyabudi mengatakan, terdapat 102.519 penduduk laki-laki di Pulau Jawa yang bernama Sutrisno, sementara nama Sulastri digunakan oleh 135.421 penduduk perempuan.

"Ini nama-nama yang khas, kalau di Jawa Sutrisno-Sulastri," kata Teguh dalam Rapat Koordinasi Nasional Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I 2026 di Jakarta, dikutip Selasa (5/8).

Di Pulau Sumatra, nama yang paling banyak digunakan adalah Junaidi untuk laki-laki dan Nurhayati untuk perempuan.

Data Dukcapil mencatat, terdapat 45.219 penduduk bernama Junaidi dan 83.112 penduduk bernama Nurhayati di Sumatra.

"Di Sumatra masih sama karena banyak transmigran di sana, banyak orang Jawa di sana," ujar Teguh.

Nama Junaidi dan Nurhayati juga menjadi yang paling populer di Kalimantan. Dukcapil mencatat terdapat 12.940 laki-laki bernama Junaidi dan 14.342 perempuan bernama Nurhayati di pulau tersebut.

Sementara di Sulawesi, nama laki-laki yang paling banyak digunakan adalah Sudirman, sedangkan nama perempuan tetap didominasi Nurhayati yang digunakan oleh 23.760 penduduk.

Di Nusa Tenggara, nama Ahmad menjadi yang paling populer untuk laki-laki, sementara Nurhayati tetap menjadi nama perempuan yang paling banyak digunakan. Adapun di Papua, nama Ismail menempati posisi teratas untuk laki-laki dan Nurhayati untuk perempuan.

Berbeda dengan daerah lain, Bali memiliki karakteristik penamaan yang khas. Dukcapil mencatat nama laki-laki yang paling banyak digunakan adalah I Wayan Sudiarta, sedangkan untuk perempuan adalah Ni Nyoman Sari.

NAMA TRADISIONAL MULAI BERGESER

Teguh mengatakan, data tersebut juga menunjukkan adanya perubahan tren pemberian nama di Indonesia.

Menurut dia, nama-nama lokal yang dahulu sangat umum digunakan pada generasi "Baby Boomer" dan Generasi X kini mulai semakin jarang diberikan kepada anak-anak.

Nama seperti Joko, Sutrisno, hingga Slamet disebut perlahan tergeser oleh nama-nama yang lebih modern, bernuansa Islami, dan umumnya terdiri atas tiga hingga empat suku kata.

"Kalau sekarang ada anak usia delapan tahun namanya Selamat mungkin sudah sedikit. Jadi memang ada pergeseran tren nama," katanya.

Selain nama-nama tradisional, Dukcapil juga menemukan banyak warga Indonesia yang menggunakan nama tokoh atau selebritas dunia.

Beberapa di antaranya adalah Olivia atau Olivia Rodrigo yang digunakan sekitar 142.000 penduduk, Justin Bieber sebanyak 18.551 penduduk, Ariana Grande atau Ariana sebanyak 15.281 penduduk, Selena Gomez sebanyak 5.533 penduduk, serta Taylor Swift yang digunakan oleh 153 penduduk.

Fenomena serupa juga terlihat pada penggemar anime Jepang. Dukcapil menemukan nama-nama seperti Nobita, Naruto, Sasuke, Uchiha, Shinchan, Boruto, Suneo, hingga Uzumaki digunakan sebagai nama depan maupun nama lengkap.

Selain itu, terdapat pula nama yang terinspirasi dari berbagai negara, seperti Oman, Yunani, Yaman, Suriah, Saudi, Iran, hingga Rusia. Dukcapil juga mencatat adanya nama yang identik dengan identitas bangsa, seperti Merdeka, Garuda, dan Indonesia.

 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan