Doyan minuman manis dan begadang bikin pemuda Makassar 18 tahun harus cuci darah
Rahmat juga gemar makan makanan asin dan gurih seperti keripik.
MAKASSAR: Kisah pilu seorang pemuda asal Makassar, Rahmat (18), viral di media sosial setelah membagikan pengalamannya di TikTok. Ia menceritakan harus menjalani cuci darah sejak usia 15 tahun akibat gagal ginjal kronis stadium lima.
CUCI DARAH TIGA KALI SEMINGGU
Rahmat didiagnosis gagal ginjal pada 2022. Sejak itu, ia harus fokus menjaga kesehatannya dengan menjalani cuci darah sebanyak tiga kali seminggu, setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
Awalnya ia menggunakan metode hemodialisis (HD) di rumah sakit. Namun, setelah satu tahun, ia beralih ke Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) yang bisa dilakukan di rumah.
Sayangnya, karena mengalami infeksi, Rahmat kembali harus menjalani hemodialisis di rumah sakit dalam beberapa waktu terakhir.
“Saya sudah cuci darah sekitar 310 kali,” ujarnya kepada detikHealth, Sabtu (16/7).
PENYEBAB? GAYA HIDUP TAK SEHAT
Adapun dokter menemukan kedua ginjal Rahmat berukuran lebih kecil dari normal. Kondisi ini diperparah oleh gaya hidup tidak sehat sejak remaja.
Rahmat mengaku lebih sering mengonsumsi minuman manis ketimbang air putih. Ia juga gemar makan makanan asin dan gurih seperti keripik dan begadang untuk menonton pertandingan sepak bola.
“Jarang minum air putih, lebih milih minum minuman kemasan. Ginjal butuh air putih biar kerjanya maksimal. Kesalahan lain suka makan keripik asin, makanya tensi gue sempat naik 162/93 waktu awal sakit. Itu tinggi untuk anak usia 15 tahun,” bebernya.
Selain itu, kebiasaan begadang juga memperburuk kondisi. Menurut Rahmat, ginjal seharusnya beristirahat saat tidur, namun justru bekerja ekstra ketika tubuh kurang istirahat.
Sejak usia 15 tahun, Rahmat sering merasakan tanda-tanda aneh pada tubuhnya, seperti kelelahan meski cukup tidur, dada berdebar, mual, muntah, wajah pucat, hingga jarang buang air kecil.
Ia juga sempat mengalami bengkak pada pipi, terutama setelah bangun tidur. Namun, semua gejala itu ia anggap sepele.
Akhirnya, pada 2022, ia mengalami kejang dan dilarikan ke rumah sakit. Dari situlah, ia divonis gagal ginjal kronis dan wajib menjalani cuci darah.
PANTANGAN KETAT DAN PESAN UNTUK ANAK MUDA
Kini Rahmat hidup dengan berbagai pantangan. Ia tidak boleh mengonsumsi makanan tinggi garam, pengawet, dan hanya diperbolehkan minum air putih maksimal 600 ml per hari.
Semua jenis minuman manis, bersoda, dan terutama energy drink dilarang total.
“Minum manis udah nggak boleh, hanya boleh air putih. Jangan stres juga,” sebutnya.
Rahmat berharap kisahnya bisa menjadi pelajaran bagi generasi muda agar menjaga pola hidup sehat sejak dini.
Ia menekankan pentingnya membatasi konsumsi makanan olahan seperti nugget, sosis, daging kaleng, mie instan, serta jajanan tinggi garam dan pengawet misal ciki dan kerupuk.
“Batasi konsumsi minuman manis, bersoda, dan yang paling dihindari energy drink. Jangan sampai anak-anak lain mengalami apa yang saya alami,” tandas Rahmat.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.