Skip to main content
Iklan

Indonesia

Ramadhan 2026: SOTR dan sweeping dilarang di Jakarta, Wamenag ajak hormati perbedaan

Pemerintah provinsi DKI Jakarta tegas melarang sahur on the road (SOTR) dan razia rumah makan selama Ramadhan kali ini demi menjaga keamanan.

Ramadhan 2026: SOTR dan sweeping dilarang di Jakarta, Wamenag ajak hormati perbedaan

Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA: Pemerintah DKI Jakarta telah tegas melarang pelaksanaan sahur on the road (SOTR) dan razia atau sweeping rumah makan selama Ramadhan. Larangan ini mendapat dukungan dari Kementerian Agama yang mengatakan bahwa itu adalah "bentuk penghormatan" pada mereka yang tidak berpuasa.

Sebelumnya pada Sabtu pekan lalu (14/2), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dia tidak akan mengizinkan SOTR dan sweeping rumah makan karena dianggap menimbulkan kerawanan.

"Pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya enggak izinkan," ujar Pramono ketika itu, dikutip Kompas.

SOTR telah menjadi tradisi warga di berbagai kota pada bulan Ramadhan. Biasanya, warga mengadakan sahur di jalan sambil memberikan sedekah kepada warga. Namun, tidak jarang ajang tersebut berujung bentrok dan tawuran ketika dua kelompok pemuda bertemu di jalan.

Stafsus Gubernur Jakarta, Chico Hakim, mengatakan Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menegakkan larangan SOTR. Dia mengatakan, patroli akan dilakukan rutin di beberapa titik rawan demi mencegah gangguan keamanan dan tawuran.

"Ini melibatkan Satpol PP sebagai penegak Perda dan ketertiban umum di wilayah Pemprov serta kepolisian untuk aspek keamanan dan penegakan hukum terkait gangguan ketertiban umum atau potensi tawuran," kata Chico dikutip Detik, Minggu (15/2).

Menanggapi larangan sweeping, Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Muhammad Syafii menyatakan persetujuannya. Menurut dia, larangan tersebut adalah bentuk pengormatan.

Enggak ada sweeping-sweeping lah. Itulah bentuk penghormatan kita, selain kita yang berpuasa, masih ada kok saudara kita yang tidak berpuasa," kata Wamenag usai sidang isbat penetapan awal Ramadhan 1447 H pada Selasa (17/2).

Sidang isbat pada Selasa menetapkan Ramadhan tahun ini jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah pengamatan menyatakan bahwa hilal belum terbentuk sempurna.

"Kita yang berpuasa ini harus menyadari juga, ternyata kan enggak semua orang berpuasa. Sehingga masih memungkinkan ada fasilitas-fasilitas yang masih terus bisa dinikmati oleh orang yang tidak puasa," lanjut Syafii.

Antisipasi SOTR berujung tawuran juga akan dilakukan kepolisian Kota Bogor, salah satunya dengan melakukan patroli sahur berskala besar selama Ramadhan.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan patroli akan dilakukan di lokasi rawan tawuran, balap liar, dan tempat berkumpul remaja.

“Kami akan menindak tegas para pelaku kekerasan, penganiayaan, dan tawuran, khususnya kelompok yang menggunakan senjata tajam berkedok sahur on the road. Tidak ada ruang bagi aksi premanisme di Kabupaten Bogor,” kata dia, dikutip dari Antara.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan