Dirut BEI mundur usai pasar anjlok Rp1.300 triliun, Indonesia turun kasta?
Kekhawatiran terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memperlebar defisit fiskal dan meningkatkan keterlibatan negara di pasar keuangan memicu arus keluar modal asing.
Seorang jurnalis mengamati harga-harga saham Indonesia pada 15 April 2025. (Foto: CNA/Ridhwan Siregar)
SINGAPURA: Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri pada Jumat (30/1), setelah sinyal kemungkinan penurunan peringkat Indonesia oleh penyedia indeks MSCI memicu kejatuhan pasar senilai lebih dari US$80 miliar (Rp1.300 triliun).
Ia mengundurkan diri untuk mengambil tanggung jawab atas kondisi pasar, kata sekretaris perusahaan bursa tersebut.
Indeks acuan Jakarta Composite Index memangkas penguatannya dan bergerak mendatar pada Jumat. Indeks tersebut anjlok lebih dari 8 persen pada Rabu dan Kamis, penurunan dua hari terdalam sejak April.
Otoritas Indonesia pada Kamis mengumumkan serangkaian langkah untuk meredakan kekhawatiran investor dan menanggapi peringatan MSCI pada Rabu seputar struktur kepemilikan bisnis dan transparansi perdagangan saham Indonesia.
MSCI mengatakan pasar berisiko turun kasta dari status emerging market ke frontier market jika gagal mengatasi persoalan tersebut.
MODAL ASING MINGGAT
Modal asing telah keluar dari Indonesia akibat kekhawatiran terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memperlebar defisit fiskal dan meningkatkan keterlibatan negara di pasar keuangan.
Penunjukan keponakannya, Thomas Djiwandono, ke bank sentral bulan ini - setelah menteri keuangan kawakan, Sri Mulyani Indrawati, dipecat mendadak tahun lalu - telah mengguncang kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal Prabowo.
Rupiah melemah ke level rekor terendah di 16.985 per dolar AS pekan lalu dan terakhir berada di kisaran 16.800.
Sejumlah langkah yang diumumkan otoritas Indonesia pada Kamis mencakup penggandaan persyaratan saham free float bagi perusahaan terdaftar menjadi 15 persen, serta pemeriksaan afiliasi pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5 persen.
Regulator Indonesia mengatakan komunikasi dengan MSCI sejauh ini berjalan positif dan mereka masih menunggu tanggapan atas langkah-langkah yang diusulkan, yang diharapkan dapat segera diterapkan sehingga isu tersebut dapat diselesaikan pada Maret.
Respons tersebut tampaknya meredakan sebagian kekhawatiran investor, meski sentimen pasar tetap rapuh.
“Para pembuat kebijakan ingin memperbaiki ini,” kata Paul Dmitriev, analis senior dan manajer portofolio bersama di Global X ETFs.
“Pemerintah memiliki insentif kuat untuk menyelesaikan persoalan ini karena arus keluar sistemik akan sangat besar dan dapat berdampak signifikan terhadap pasar.”
Investor asing melakukan penjualan bersih sekitar US$645 juta (Rp10,8 triliun) saham Indonesia selama dua hari tersebut, menurut data bursa. Sepanjang 2025, investor asing telah menjual US$1 miliar (Rp16,8 triliun) saham Indonesia.
REKAM JEJAK IMAN RACHMAN
Iman Rachman resmi menjabat sebagai Dirut BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 29 Juni 2022, menurut catatan Detik.
Iman memulai kariernya sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas pada 1998-2003, kemudian menjadi Direktur Investment Banking di PT Mandiri Sekuritas pada 2003-2016.
Berikutnya, ia menjabat sebagai Direktur Keuangan di Pelindo II (2016-2018) dan berlanjut ke Pelindo III (2018-2019).
Sebelum menjabat di bursa, ia sempat memimpin PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai Direktur Utama (2019-2020) dan menjabat sebagai Direktur Strategi, Portfolio, dan Pengembangan Usaha di PT Pertamina (Persero) (2020-2022).
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.