Skip to main content
Iklan

Indonesia

Diragukan ekonom, Menko Airlangga bantah ada manipulasi data pertumbuhan ekonomi 5,12%

Airlangga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan didukung oleh sejumlah indikator riil, seperti konsumsi rumah tangga, investasi, dan mobilitas masyarakat.

Diragukan ekonom, Menko Airlangga bantah ada manipulasi data pertumbuhan ekonomi 5,12%
Airlangga Hartarto, mantan ketua umum Golkar. (Foto: CNA/Danang Wisanggeni)

JAKARTA: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah keras tudingan manipulasi data dalam pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025.

Pernyataan ini menanggapi kritik dari sejumlah ekonom yang mempertanyakan angka pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen, sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (5/8).

“Mana ada,” ujar Airlangga singkat dikutip Kompas.com

Airlangga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II yang menembus 5,12 persen secara tahunan (year-on-year) didukung oleh sejumlah indikator riil, khususnya dari sisi konsumsi rumah tangga, investasi, dan mobilitas masyarakat.

PEMERINTAH KLAIM DAYA BELI DAN INVESTASI PULIH

Menurut Airlangga, konsumsi rumah tangga yang tumbuh menjadi 4,97 persen dari sebelumnya 4,95 persen menjadi pendorong utama pertumbuhan. Konsumsi ini menyumbang 54,25 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan berkontribusi sebesar 2,64 persen terhadap total pertumbuhan nasional.

Faktor berikutnya adalah investasi (PMTB/Pembentukan Modal Tetap Bruto) yang melonjak tajam, dari hanya 2,12 persen di kuartal I menjadi 6,99 persen di kuartal II 2025, menyumbang 27,83 persen terhadap PDB atau 2,06 persen terhadap total pertumbuhan.

Airlangga juga mencatat adanya peningkatan konsumsi masyarakat yang terlihat dari:

1. Transaksi uang elektronik yang tumbuh 6,26 persen

2. Belanja masyarakat di marketplace naik 7,5 persen secara kuartalan (QoQ)

3. Kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara naik masing-masing 22,3 persen dan 23,32 persen

Tak hanya itu, Airlangga juga menyebut penciptaan lapangan kerja meningkat.

“Year-on-year jumlah lapangan pekerjaan yang tercipta dari Februari 2024 ke Februari 2025 mencapai hampir 3,6 juta,” ujarnya.

Perekonomian Indonesia belum sematang negara-negara maju. (Foto: CNA/Danang Wisanggeni)

DIPERTANYAKAN EKONOM, DATA DINILAI TIDAK CERMINKAN REALITA

Meski demikian, rilis BPS tersebut menuai respons skeptis dari sejumlah ekonom dan lembaga riset. Pasalnya, angka 5,12 persen dianggap terlalu tinggi dibanding proyeksi awal berbagai institusi yang memperkirakan pertumbuhan di bawah 5 persen.

Data dari Bloomberg mencatat median proyeksi dari 30 ekonom dan lembaga hanya berada di 4,8 persen YoY, dengan estimasi tertinggi 5 persen dan terendah 4,6 persen.

Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), menyebut data pertumbuhan BPS tidak mencerminkan realitas ekonomi nasional. Ia menyoroti anehnya data konsumsi rumah tangga yang tumbuh di bawah 5 persen, padahal sektor ini menyumbang lebih dari setengah terhadap PDB.

“Kalau konsumsi cuma 4,97 persen, bagaimana bisa total ekonomi tumbuh 5,12 persen? Lebaran juga sudah lewat, tidak ada faktor seasonal,” jelas Bhima.

Bhima juga mempertanyakan data sektor industri pengolahan, yang dinilainya tidak mencerminkan tren PHK yang sedang berlangsung sejak awal tahun, khususnya di sektor padat karya.

Senada dengan Bhima, Ekonom Senior INDEF Tauhid Ahmad juga mengaku terkejut dengan angka pertumbuhan versi BPS. Ia menyebut banyak indikator riil yang justru melemah yaitu penjualan sepeda motor dan semen menurun, indeks Manufaktur (PMI) mengalami kontraksi, dan aktivitas ekspor stagnan

“Kami bersama Kementerian Keuangan sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan kuartal II di bawah 5 persen. Data ini membuat kami bertanya-tanya,” ungkap Tauhid.

Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, dengan blak-blakan mengatakan tidak percaya terhadap data itu.

"Saya tidak percaya data yang disampaikan mewakili kondisi ekonomi yang sebenarnya," sebutnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan