Skip to main content
Iklan

Indonesia

Diduga kelainan seksual somnofilia, dokter PPDS Priguna Anugerah Pratama coba bunuh diri usai aksi bejatnya terkuak

Pria berusia 31 tahun asal Pontianak itu mencoba mengakhiri hidupnya dengan memotong urat nadi.

Diduga kelainan seksual somnofilia, dokter PPDS Priguna Anugerah Pratama coba bunuh diri usai aksi bejatnya terkuak
Dokter PPDS anestesi Priguna Anugerah Pratama (berkaos tahanan biru) dihadirkan sebagai tersangka dalam konferensi pers di Polda Jawa Barat terkait pemerkosaan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Rabu (9/4). (Dok Polda Jabar)

JAKARTA: Priguna Anugerah Pratama, dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di Universitas Padjadjaran (Unpad), viral menjadi bahan pembicaraan seantero Indonesia usai diduga melakukan rudapaksa terhadap keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Aksi bejat tersebut diduga dilakukan dengan cara membius anak perempuan yang berusia 21 tahun itu terlebih dahulu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Surawan, mengungkap adanya indikasi kelainan perilaku seksual pada tersangka yang diketahui sudah menikah.

“Dari hasil pemeriksaan selama beberapa hari ini, memang ada kecenderungan pelaku mengalami kelainan dari sisi seksual,” urainya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun Instagram resmi Humas Polda Jabar, Rabu (9/4).

Menurut analisis ahli grafologi Tessa Ayuningtyas Sugito kepada CNA Indonesia ketika dihubungi Kamis pagi (10/4), Priguna diduga mengidap somnofilia — salah satu bentuk parafilia.

Somnofilia, kata Tessa, adalah kelainan di mana seseorang merasa terangsang secara seksual oleh individu yang sedang tidur atau tidak sadar.

“Somnofilia (dari kata bahasa latin somnus yang artinya tidur dan Yunani philia bermakna persahabatan) adalah jenis parafilia di mana seseorang merasa terangsang secara seksual oleh individu yang sedang tidur atau tidak sadar,” jelasnya.

Parafilia sendiri merupakan ketertarikan seksual menyimpang yang intens dan berulang terhadap objek atau situasi yang secara umum tidak dianggap sebagai stimulus seksual biasa.

Polda Jawa Barat menyatakan akan memperdalam dugaan tersebut melalui pemeriksaan psikologi forensik terhadap pria berusia 31 tahun itu.

DIDUGA BUKAN HANYA SATU KORBAN

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa tindakan kekerasan seksual dilakukan ketika korban berada dalam kondisi tak sadarkan diri setelah diberi zat pembius.

Pria asal Pontianak itu bahkan disebut telah menyiapkan kondom sebelum melakukan aksinya.

Korban menceritakan kepada keluarganya bahwa pelaku sempat menusukkan jarum sebanyak 15 kali dan menyuntikkan cairan bening yang membuatnya tak sadarkan diri.

Saat sadar dan buang air kecil, korban mengeluh merasakan perih di bagian kemaluannya.

Priguna akhirnya diamankan di apartemennya di Bandung pada 23 Maret 2025, lima hari setelah insiden terjadi.

Saat hendak ditangkap, tersangka sempat mencoba bunuh diri dengan melukai pergelangan tangannya dan kemudian dirawat sebelum resmi ditahan oleh pihak berwajib.

"Jadi, pelaku setelah ketahuan itu sempat berusaha bunuh diri juga. Memotong urat-urat nadi," ungkap Kombes Surawan.

Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain alat infus, sarung tangan medis, tujuh buah suntikan, 12 jarum suntik, berbagai jenis obat-obatan, dan satu buah kondom bersperma yang telah terpakai.

Tak hanya itu, penyelidikan sementara juga mengarah pada kemungkinan adanya korban lain.

Setidaknya dua pasien di rumah sakit tersebut diduga turut menjadi korban kejahatan seksual oleh Priguna.

“Saat ini baru satu korban yang telah kami tangani. Dua lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan,” jelas Surawan.

Ia menegaskan bahwa dua korban tambahan tersebut merupakan pasien, bukan keluarga pasien seperti dalam kasus pertama.

Priguna dijerat dengan Pasal 6 huruf C Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ia terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara atas perbuatannya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan