Skip to main content
Iklan

Indonesia

Diblacklist, guide Juliana Marins Ali Musthofa buka suara: Banyak yang enggak tahu kronologinya dan asal bicara

Dari total 661 orang pemandu yang terdaftar di Rinjani, baru 50 persen yang memiliki lisensi resmi sebagai guide

Diblacklist, guide Juliana Marins Ali Musthofa buka suara: Banyak yang enggak tahu kronologinya dan asal bicara
Guide pemandu Juliana Marins Ali Musthofa membantah meninggalkan Juliana saat tengah beristirahat. (X)

JAKARTA: Ali Musthofa, pemandu wisata yang mendampingi pendakian Juliana Marins, pendaki Brasil yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani, dikenai sanksi blacklist sementara.

Sanksi ini dijatuhkan setelah nama Ali menjadi sorotan publik usai insiden yang menewaskan Juliana saat perjalanan menuju puncak Rinjani.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Yarman, mengatakan BTNGR belum memutuskan berapa lama sanksi blacklist terhadap Ali akan diberlakukan,

Ia mengungkapkan bahwa dari total 661 orang pemandu yang terdaftar di kawasan Rinjani, baru sekitar 50 persen yang memiliki lisensi resmi sebagai guide.

"Separuh sudah dapat lisensi, tapi dalam proses ke depan kita sudah persiapkan bersama-sama dengan teman-teman dari Dinas Pariwisata untuk proses lisensi," ujarnya dikutip Tribunnews.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini belum dipastikan apakah Ali termasuk dalam kategori pemandu yang sudah berlisensi atau belum.

ALI MUSTHOFA BUKA SUARA KRONOLOGI TRAGEDI

Menanggapi berbagai komentar yang muncul setelah insiden tersebut, Ali Musthofa angkat bicara.

“Banyak yang enggak tahu kronologinya dan asal angkat bicara,” katanya, Sabtu (5/7).

“Saya lihat komen-komen ada yang menyalahkan saya,” lanjutnya.

Ali menjelaskan bahwa ia mulai mendampingi Juliana Marins dan rombongan sejak Kamis malam, 19 Juni 2025.

"Kita jemput di penginapan," ceritanya.

Menurutnya, total ada enam orang dalam rombongan tersebut, termasuk Juliana.

Sehari sebelum pendakian, ia sudah memberikan pengarahan atau briefing kepada seluruh rombongan terkait rute dan kondisi medan di Gunung Rinjani.

Ia juga memastikan bahwa Juliana dalam kondisi sehat dan sudah menjalani pemeriksaan medis sebelum mulai mendaki.

Pendakian dimulai pada Jumat, 20 Juni 2025, sekitar pukul 07.00 Wita.

Rombongan berangkat dari penginapan menuju pos registrasi di Resort Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Ali menyatakan bahwa perjalanan dari Jumat hingga Sabtu pagi berjalan lancar seperti biasa.

Petaka terjadi ketika rombongan sedang dalam perjalanan menuju puncak Gunung Rinjani, tepatnya di kawasan Cemara Nunggal.

Juliana Marins yang saat itu berada di posisi paling belakang tiba-tiba menghilang.

Ali baru menyadari kejanggalan setelah melihat sorotan senter korban di sisi tebing.

“Kejadiannya pada Sabtu pagi, saya taruh tas dan mencari dia dan lihat posisi senter di tebing,” jelasnya.

Juliana terjatuh ke jurang dengan kedalaman ratusan meter. Cahaya dari senter milik korban menjadi petunjuk pertama keberadaan Juliana.

Posisi korban juga sempat tertangkap kamera drone milik pendaki lain. Pada saat itu, Juliana dilaporkan masih bisa bergerak dan sempat meminta tolong.

Sayangnya, upaya penyelamatan tak membuahkan hasil. Juliana dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya baru berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada Rabu malam, 25 Juni 2025.

Setelah dievakuasi, jenazah Juliana Marins telah diterbangkan dan diautopsi ulang di Brasil.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan