Diaspora Indonesia di Singapura rayakan ultah ke-15, buka peluang non-WNI jadi pengurus
Salah satu agenda Kongres Umum Tahunan (KUT) adalah pelantikan dan pengukuhan kepengurusan DPP pimpinan Ketua Umum (Leader) Selamet Gunawan Satriyo periode 20 November 2024 – 20 Januari 2027 oleh Dubes Suryo Pratomo yang ditandai dengan penyematan pin FKMIS
SINGAPURA: Diaspora Indonesia di Singapura yang bernaung di bawah Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia di Singapura (FKMIS) merayakan ulang tahun ke-15 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Minggu (18/5).
Perayaan yang dihadiri 23 dari 31 organisasi kemasyarakan (ormas) ini merupakan bagian dari rangkaian acara Kongres Umum Tahunan yang dibuka langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura Surya Pratomo.
FKMIS berdiri pada 18 April 2010 sebagai organisasi tunggal yang mewadahi 250.000 warga negara Indonesia (WNI) dan diaspora yang ada di Negeri Singa.
Ketua Umum (Leader) FKMIS Selamet Gunawan Satriyo menyampaikan bahwa FKMIS semakin inklusif, beragam, dan representatif, terlihat dari kabinet baru yang telah dipimpinnya selama 9 bulan.
“Kita lihat regenerasi kaderisasi berjalan baik. Makin banyak talenta muda, makin banyak yang ingin berkontribusi. FKMIS bukan lagi hanya sebuah forum—FKMIS sudah menjadi gerakan. Gerakan besar dari, oleh, dan untuk komunitas diaspora Indonesia di Singapura,” tuturnya dalam pidato pertanggungjawaban tahunan.
Salah satu agenda utama kongres adalah amandemen konstitusi FKMIS dipimpin Komisioner Politik, Hukum, Imigrasi, dan HAM Glenn Wijaya yang mengubah sistem pemilihan pengurus inti menjadi ketua umum (leader) dan wakil ketua umum (deputy leader) dipilih dalam satu paket.
Sebelumnya posisi ketum, waketum, sekretaris jenderal (sekjen), dan bendahara umum (bendum) dipilih secara terpisah.
Amandemen juga mempertegas larangan bagi pengurus FKMIS untuk terlibat aktivitas politik dalam bentuk apapun.
EKSPANSI FKMIS KE DIASPORA NON WNI?
Salah satu poin amandemen yang juga dibahas adalah membuka peluang bagi diaspora Indonesia non-WNI untuk maju sebagai ketum dan waketum serta menjabat sebagai pengurus FKMIS.
Ketentuan WNI yang berdomisili di Singapura sebelumnya menjadi syarat mutlak untuk memegang jabatan di FKMIS.
Amandemen yang diloloskan setelah perdebatan sengit akan mengkaji lebih jauh pengertian dan cakupan dari diaspora Indonesia.
Kongres juga menjadi saksi dari pelantikan resmi Selamet Gunawan oleh Dubes Tommy yang ditandai dengan penyematan pin FKMIS.
Di usianya yang baru 24 tahun, Selamet Gunawan menjadi sebagai Ketua Umum (Leader) termuda dalam 15 tahun sejarah FKMIS.
Ikut dilantik dan dikukuhkan adalah kepengurusan DPP FKMIS periode 20 November 2024 – 20 Januari 2027, di antaranya Wakil Ketua Umum Martin Lukas, Sekjen Samuel, Wasekjen Gregorius George Bunjamin, dan Bendum merangkap Direktur Eksekutif Ayu Andini Grünitz bersama 16 komisioner dan 11 wakil komisioner.
Acara yang didukung oleh Mandiri Investment Management dan maskapai nasional Garuda Indonesia serta Citilink semakin semarak dengan pembagian door prize berupa voucher kepada hadirin yang beruntung.
Kemeriahan kongres ditutup dengan kejutan berupa pemotongan kue dan tumpeng ulang tahun merayakan ultah Dubes Tommy dan Selamet Gunawan yang jatuh di bulan lima.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.