Skip to main content
Iklan

Indonesia

Demo di DPR, empat kelompok bawa tuntutan berbeda, lalu lintas dialihkan situasional

Arus lalu lintas Kamis pagi lancar dan tidak ada kemacetan berarti.

Demo di DPR, empat kelompok bawa tuntutan berbeda, lalu lintas dialihkan situasional

Gedung DPR di Jakarta. (Foto: CNA/Ridhwan Siregar)

JAKARTA: Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8) hari ini.

Sedikitnya empat kelompok akan menyampaikan aspirasi dengan agenda berbeda, mulai dari desakan pengesahan RUU Perampasan Aset hingga dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Empat kelompok tersebut adalah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4). 

AMPB dari Pati menegaskan, aksi mereka akan berlangsung damai. “Kami tetap konsisten, kami melakukan aksi damai,” kata perwakilan Tim Advokasi AMPB, Vander Waruwu, diktuip dari Kompas.com.

AMPB membawa tuntutan utama agar DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan memberikan pernyataan tertulis mengenai komitmen pengesahannya.

Mereka juga meminta penuntasan kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat Pemerintah Kabupaten Pati, termasuk perkara yang menjerat Bupati Pati Sudewo terkait dugaan suap dan korupsi proyek jalur kereta api Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Kelompok lain, AMDB dari Depok, membawa tiga tuntutan utama, yakni mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, meminta hukuman mati bagi koruptor, serta meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok.

Sementara itu, aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang terdiri dari 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil, dijadwalkan menggelar aksi mulai pukul 14.00 WIB dengan perkiraan sekitar 1.000 peserta. Koordinator Aksi GERAM Ahmad Mixel mengatakan, demonstrasi tersebut merupakan bentuk pengawasan masyarakat terhadap fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran DPR.

GERAM membawa 10 tuntutan yang mencakup isu politik, ekonomi dan pelayanan publik. Di antaranya, tuntutan pertanggungjawaban politik dan hukum pemerintah, penghentian dan evaluasi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta MBG, perubahan kebijakan pajak, pendidikan dan kesehatan gratis serta berkualitas, penurunan harga kebutuhan pokok dan kenaikan upah buruh.

Aliansi itu juga menuntut perlindungan hak pekerja rumah tangga, demiliterisasi dan penghentian pembangunan batalyon, penghentian kriminalisasi aktivis serta pembebasan tahanan politik, dan penyitaan aset hasil korupsi untuk kepentingan pendidikan, kesehatan serta pemulihan bencana.

GERAM meminta pimpinan DPR menemui demonstran secara langsung untuk berdialog. “Jika pimpinan DPR RI tidak bersedia membuka ruang dialog, kami menilai hal tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi rakyat dan kami siap mengonsolidasikan gerakan lanjutan yang jauh lebih besar,” kata Mixel.

Polisi mengamankan aksi mahasiswa yang memprotes berbagai kebijakan pemerintah di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Sementara itu, berbeda dengan tiga kelompok tersebut, RMP4 dari Bangkalan, Jawa Timur, datang untuk menyuarakan dukungan terhadap sejumlah program Presiden Prabowo Subianto. Kelompok itu menyiapkan 500 tiket keberangkatan menuju Jakarta dan salah satu program yang mereka dukung adalah MBG.

Namun, RMP4 juga meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan MBG dan memperbaiki dapur-dapur yang dinilai masih membutuhkan pembenahan. “Jadi, bukan dihentikan programnya, tetapi diperbaiki tata kelolanya sehingga program ini bisa betul-betul berjalan semakin baik,” kata Koordinator RMP4 Ali.

PENGATURAN LALU LINTAS DI SEKITAR DPR

Menjelang demonstrasi, Jalan Gatot Subroto di area Mal Senayan Park hingga depan Gedung DPR ditutup pada Kamis pagi. Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi pada pukul 05.10 WIB, polisi melakukan penyekatan kendaraan dari dua arah, baik dari Gelora Bung Karno maupun Semanggi, dengan water barrier dan bambu yang dipasang melintang di jalan.

Kendaraan dari Jalan Gatot Subroto menuju Jalan Letjen S Parman dialihkan melalui Jalan Gerbang Pemuda. Pengendara dari arah GBK juga harus memutar balik dan mencari jalur alternatif melalui kawasan Patal Senayan atau Jalan Gelora. Puluhan personel kepolisian telah berjaga di sekitar kolong flyover Ladokgi di kawasan GBK.

Sementara itu, Detik memberitakan bahwa arus lalu lintas dari Cawang menuju Pancoran hingga Kuningan terpantau ramai lancar pada Kamis pagi. Tidak terlihat kemacetan berarti di kawasan Cililitan, UKI dan Jalan MT Haryono, sedangkan sedikit sendatan terjadi di simpang Pancoran akibat lampu lalu lintas. Tol Dalam Kota juga terpantau lancar.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyatakan, rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan dan pergerakan massa. Pengalihan arus tidak diberlakukan secara menyeluruh dan hanya dilakukan apabila kondisi membutuhkan pengaturan.

“Apabila harus dilakukan rekayasa, itu sifatnya situasional dan terbatas. Apabila kondisi lalu lintas lancar, tidak kami lakukan pengalihan arus,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah dikutip dari laman resmi Mabes Polri.

Polda Metro Jaya juga menyatakan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya berada dalam keadaan aman dan kondusif. “Kami memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya dalam kondisi aman dan kondusif,” kata Firman.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ar(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan