Skip to main content
Iklan

Indonesia

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terima ancaman pembunuhan, polisi siap selidiki 

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terima ancaman pembunuhan, polisi siap selidiki 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel)

JAKARTA: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapatkan ancaman pembunuhan ketika sedang siaran langsung di Youtube. Menanggapi peristiwa ini, kepolisian mengatakan siap menyelidiki jika Dedi mengajukan pelaporan.

Seperi diberitakan Antara, ancaman ini dilayangkan oleh pemilik akun bernama "Wowo dan Dedi Mulyadi sesat!" pada kolom komentar saat Dedi sedang live Youtube di channelnya "Kang Dedi Mulyadi".

Pemilik akun tersebut mengancam berulang kali akan membunuh Dedi dengan bom. "Kalau rencana saya gagal, saya akan pergi ke Jabar memakai bom lain yang saya punya itu bom bunuh diri. Saya akan berlari mencari Dedi. Jika sudah ketemu, saya akan mendekatinya dan duarr!!!" tulis akun tersebut.

Sehari setelahnya, Dedi kepada wartawan mengatakan ancaman itu adalah risiko bagi dirinya. Dia juga mengaku akan lebih waspada ke depannya.

"Kalau ada ancaman itu, ya risiko bagi seorang pemimpin. Kita lihat perkembangannya terlebih dahulu. Akan tetapi, apakah akun itu asli atau bukan, nanti kita lihat dan telusuri. Namun, sekarang saya akan lebih waspada," kata Dedi.

Menanggapi ancaman tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyatakan telah memantau dan siap menyelidikinya jika Dedi melaporkan secara resmi.

"Kami monitoring. Apabila ada permintaan pemantauan, tim siber siap bantu beliau selaku pelapor," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan pekan ini.

"Bahkan, bila melaporkan secara resmi, kami akan lakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku pengancaman," lanjut dia.

Semenjak menjadi gubernur, Dedi Mulyadi memang kerap membagikan akivitasnya di media sosial, menuai banyak reaksi dari masyarakat di kolom komentar.

Kombes Pol. Hendra mengatakan, ancaman atau hujatan di kolom komentar media sosial dapat terkena sanksi hukum, sehingga dia berharap netizen lebih bijaksana dalam bersuara.

"Komentar bersifat ancaman dapat berisiko dilaporkan atau diproses hukum langsung oleh aparat penegak hukum," kata Hendra.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan