Skip to main content
Iklan

Indonesia

Darurat sampah Medan: Tidak terangkut, bau menyengat, armada minim

Sampah-sampah yang dikerumuni lalat dan ulat itu diduga merupakan sisa dari banjir besar akhir November lalu.

Darurat sampah Medan: Tidak terangkut, bau menyengat, armada minim
Para pemulung memilah sampah di fasilitas pengumpulan sampah di Cilincing, Jakarta pada 1 Mei 2024. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

MEDAN: Tumpukan sampah menjadi keluhan warga di sejumlah wilayah Kota Medan. Salah satu lokasi berada di Jalan Karya, Kelurahan Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat, yang berada di kawasan pusat kota metopolitan itu. Kondisi serupa juga dialami warga di Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.

Di Jalan Karya, sampah menumpuk hingga hampir memakan sebagian badan jalan. 

Tingginya diperkirakan mencapai 3 hingga 4 meter, hampir setinggi rumah warga di sekitarnya. Sampah-sampah tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan dikerumuni lalat.

Kumparan melaporkan tumpukan sampah tersebut diduga merupakan sisa banjir yang terjadi pada akhir November lalu. Warga mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memicu munculnya berbagai penyakit.

“Ini semenjak mulai banjir hari Kamis tanggal 27 November. Jadi enggak terbuang ini sampah sampai sekarang. Sangat meresahkan, banyak lalat, banyak ulat ke jalan itu. Lalat berterbangan sampai ke mari, pokoknya sangat meresahkan. Aromanya sangat bau,” kata seorang warga bernama Ardi kepada Kumparan, Senin (22/12).

Ardi juga menyebut tumpukan sampah semakin bertambah karena ada warga lain yang membuang sampah dengan cara melemparkannya dari sepeda motor.

“Kadang gini, ada orang naik kereta (sepeda motor) campakkan, buang, ke mari lah. Jadi seakan-akan di sini memang macam jadi tempat penampungan sampah. Dan masyarakat di sini tempat tinggalnya sudah mulai resah karena lalat berterbangan sampai ke kampung ini,” kata Ardi.

Ia berharap pemerintah segera membersihkan tumpukan sampah tersebut karena khawatir berdampak pada kesehatan warga sekitar.

 

WARGA TANJUNG REJO KELUHKAN MINIMNYA ARMADA ANGKUT SAMPAH

Keluhan serupa juga disampaikan warga Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Berdasarkan pemberitaan Mistar, warga mengeluhkan minimnya pelayanan pengangkutan sampah oleh Pemerintah Kota Medan hingga ke wilayah lingkungan dan gang permukiman.

Keluhan tersebut disampaikan warga saat menghadiri Reses IV Masa Persidangan I Tahun Anggaran 2025–2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis, di Jalan Perjuangan, Minggu (21/12).

Salah seorang warga, Ridwan, menyebut masyarakat sebenarnya memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Namun, keterbatasan layanan pengangkutan membuat warga berada dalam posisi sulit.

“Warga tidak ingin membuang sampah sembarangan. Masalahnya, pengangkutan sampah dengan becak tidak masuk ke gang-gang permukiman,” kata Ridwan

Menurut Ridwan, kondisi tersebut memaksa warga meletakkan sampah di badan jalan utama dengan harapan dapat diangkut oleh truk sampah. Bahkan, satu unit becak sampah harus melayani lebih dari satu lingkungan, sehingga pengangkutan tidak berjalan optimal.

Dimas Sofani Lubis mengakui Pemerintah Kota Medan masih kekurangan armada pengangkut sampah, termasuk becak sampah.

“Dinas Lingkungan Hidup Medan saat ini hanya memiliki sekitar 1.000 becak sampah. Padahal idealnya, satu lingkungan dilayani satu becak. Dengan total 2.001 lingkungan di Kota Medan, artinya masih kekurangan lebih dari seribu unit,” kata Dimas.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan