Skip to main content
Iklan

Indonesia

Dana dihapus imbas efisiensi anggaran, bagaimana cara Kementerian PU pelihara jalan 47 ribu km?

Pembangunan jembatan gantung serta pemeliharaan jembatan juga dihentikan sementara.

Dana dihapus imbas efisiensi anggaran, bagaimana cara Kementerian PU pelihara jalan 47 ribu km?
Kemacetan di salah satu jalan utama Jakarta pada 2 Mei 2024. Kemacetan seperti ini biasa terjadi di kota terbesar di Indonesia. (Foto: CNA/Wisnu Agung Prasetyo)

JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menghentikan program preservasi atau pemeliharaan jalan sepanjang 47.603 kilometer akibat pemangkasan anggaran oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangka efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri PU Dody Hanggodo tidak merinci jumlah anggaran pemeliharaan jalan yang terdampak, namun ia menyebut program tersebut termasuk dalam pemotongan sebesar Rp24,83 triliun di Direktorat Jenderal Bina Marga.

"Efisiensi di Kementerian PU sebesar Rp81 triliun akan berdampak pada pencapaian target-target output prioritas, antara lain pemeliharaan rutin jalan sepanjang 47.603 kilometer, jembatan sepanjang 563 kilometer, serta program padat karya untuk 24.600 tenaga kerja," jelasnya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/2), dikutip dari CNN Indonesia.

Pemotongan anggaran ini membuat pagu Kementerian PU berkurang drastis dari Rp110,95 triliun menjadi Rp29,57 triliun tahun ini.

Dody memastikan bahwa pemangkasan ini berdampak signifikan pada proyek-proyek infrastruktur. Tidak akan ada proyek baru yang bersifat tahun tunggal (SYC) maupun tahun jamak (MYC). Bahkan, sejumlah proyek tahun jamak yang sedang berjalan dipastikan akan molor.

Selain itu, pembangunan jembatan gantung serta pemeliharaan jembatan juga dihentikan sementara.

Dukungan manajemen teknis dan kegiatan preservasi rutin jalan serta jembatan pun tidak dapat dilaksanakan.

Dody menyatakan akan mengajukan pembahasan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait anggaran pemeliharaan jalan yang terdampak pemotongan ini.

Ia juga membuka opsi Kementerian PU untuk berutang guna menjalankan pemeliharaan jalan. Menurutnya, kredibilitas pegawai Kementerian PU masih memungkinkan mereka mendapatkan pinjaman dari berbagai pihak.

"Misalnya kita perlu ngutang beras, dikasih utang beras. Kita ngutang bensin ke Pertamina untuk solar, masih diutangin. Jadi masih bisalah dengan kita bekerja sama dengan semua pihak," ujarnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan