Jakarta panas membara, warga diminta waspada dehidrasi, apa penyebab?
Pemprov DKI mengimbau warga juga waspada risiko heat exhaustion hingga heatstroke
Ilustrasi gelombang panas (iStock)
JAKARTA: Warga Jakarta merasakan peningkatan suhu yang membuat udara terasa gerah dalam beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi tersebut dipicu oleh sejumlah perubahan fenomena atmosfer yang terjadi pada masa peralihan musim.
Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengonfirmasi adanya peningkatan suhu maksimum di wilayah Jakarta pada awal pekan lalu dibandingkan periode sebelumnya.
"Data dari Pos Pengamatan Kemayoran, Tanjung Priok, dan Halim Perdana Kusuma menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan suhu maksimum, dari kisaran 29-30 derajat Celcius pada periode 5-8 Maret 2026 menjadi sekitar 31-33 derajat Celcius pada periode 9-11 Maret 2026," urainya.
Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani menjelaskan cuaca terasa lebih panas karena intensitas penyinaran matahari yang kuat tanpa banyak tutupan awan pada siang hari.
"Kondisi udara yang terasa lebih panas belakangan ini umumnya dipengaruhi oleh penyinaran matahari yang cukup kuat, tutupan awan pada siang hari yang tidak merata," ujarnya kepada detikNews, Sabtu (14/3).
Ia menambahkan kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh masa peralihan musim yang membuat cuaca pada pagi hingga siang hari terasa lebih terik.
"Serta karakteristik masa peralihan musim, di mana cuaca pada pagi hingga siang hari cenderung lebih terik, namun pada sore atau malam hari masih berpotensi terjadi hujan lokal," tambahnya.
KEMARAU DATANG LEBIH AWAL
BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 berpotensi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia.
Menurut Ida, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026. Fenomena tersebut diperkirakan diawali dari wilayah Nusa Tenggara sebelum meluas ke daerah lainnya.
Kondisi serupa mulai terasa di Pulau Jawa dengan pola cuaca yang didominasi kondisi cerah hingga berawan tebal. Meski begitu, potensi hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi di beberapa wilayah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat mewaspadai dampak suhu tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan warga untuk menjaga kondisi tubuh guna menghindari gangguan kesehatan seperti dehidrasi akibat cuaca panas.
Ia menambahkan fasilitas kesehatan milik Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah disiagakan untuk melayani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan paparan panas berlebih dapat memicu berbagai gangguan kesehatan mulai dari kelelahan panas (heat exhaustion) hingga sengatan panas (heatstroke).
Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta pekerja lapangan diminta meningkatkan kewaspadaan.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengimbau warga untuk mencukupi asupan air putih serta menghindari minuman berkafein tinggi seperti kopi atau teh karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Selain itu, masyarakat disarankan menggunakan pelindung seperti topi atau payung serta membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama saat matahari terik pada siang hari.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.