Hasil Cek Kesehatan Gratis, ini daftar penyakit yang paling banyak diderita warga Indonesia
CKG telah memeriksa 73 juta warga sepanjang tahun 2026.
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan Cek Kesehatan Gratis (Dinas Kesehatan Kota Bandung)
JAKARTA: Tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes menjadi tiga masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga 31 Juli 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memeriksa 73 juta warga sepanjang tahun 2026 dan menemukan jutaan kasus penyakit maupun faktor risiko yang berpotensi memicu komplikasi serius.
Jumlah peserta CKG tersebut telah melampaui capaian sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 70 juta orang.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes dr. Maria Endang Sumiwi mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mendorong masyarakat tetap sehat lebih lama seiring meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia.
"Usia harapan hidup kita naik dari sekitar 72 tahun menjadi 74 tahun menurut BPS. Tetapi dibandingkan negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura kita masih tertinggal," kata Endang, dikutip detikHealth, Selasa (4/8).
Menurut Endang, pola kematian masyarakat Indonesia kini bergeser. Jika sebelumnya didominasi kematian pada bayi dan anak, kini lebih banyak disebabkan penyakit tidak menular yang menyerang usia produktif.
"Sekarang kita makin sering mendengar orang sedang lari lalu kena serangan jantung, atau habis bermain badminton tiba-tiba kolaps. Kematian kita bergeser ke usia 35, 40, 50 sampai 60 tahun. Ini yang ingin kita cegah," ujarnya.
Karena itu, CKG difokuskan untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sedini mungkin agar masyarakat dapat memperoleh penanganan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.
RAWAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR
Dari sekitar 52 juta peserta dewasa yang menjalani pemeriksaan tekanan darah, Kemenkes menemukan sekitar 4,9 juta orang mengalami hipertensi dan 5,5 juta lainnya berada pada kondisi prehipertensi.
Menurut Endang, kedua kondisi tersebut perlu segera dikendalikan karena berpotensi berkembang menjadi penyakit kardiovaskular.
"Yang hipertensi kalau tidak dikendalikan bisa menjadi stroke, penyakit jantung, sampai gagal ginjal. Yang prehipertensi juga kalau tidak dikendalikan tahun berikutnya bisa menjadi hipertensi," jelasnya.
Selain itu, pemeriksaan gula darah menemukan sekitar 992 ribu peserta mengalami diabetes dan 1,9 juta lainnya berada pada fase prediabetes.
Sementara dari pemeriksaan indeks massa tubuh, Kemenkes mencatat sekitar 11 juta peserta mengalami obesitas.
Sekitar 90 persen peserta CKG telah menjalani pemeriksaan tekanan darah dan indeks massa tubuh. Sementara pemeriksaan gula darah baru mencakup sekitar 83 persen peserta.
"Kami sedang mengevaluasi kenapa masih ada sekitar 17 persen yang belum diperiksa gula darahnya," katanya.
Pada pemeriksaan profil lemak darah, sejauh ini ditemukan sekitar 205 ribu peserta mengalami dislipidemia atau gangguan kadar kolesterol. Namun, Endang mengakui cakupan pemeriksaan kolesterol masih relatif rendah.
Pemeriksaan profil lemak darah, seperti kolesterol total, HDL, dan LDL, masih menjadi pekerjaan rumah terbesar karena cakupan pemeriksaannya belum mencapai 50 persen.
Program CKG juga menemukan berbagai masalah kesehatan pada bayi, anak, dan remaja.
Pada bayi baru lahir, temuan terbanyak meliputi sekitar 43 ribu bayi dengan berat badan lahir sangat rendah, sekitar 27 ribu bayi berisiko penyakit bawaan kritis, serta ribuan kasus gangguan hormon tiroid.
Pada balita dan anak prasekolah, masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah gigi berlubang, riwayat imunisasi yang belum lengkap, gizi kurang sebanyak sekitar 46 ribu kasus, serta lebih dari 7.100 anak yang diduga menderita tuberkulosis (TB).
Sementara pada kelompok usia sekolah dan remaja, Kemenkes menemukan sekitar 2,2 juta anak mengalami tekanan darah di atas normal, 441 ribu mengalami gizi kurang, sekitar 243 ribu mengalami gangguan penglihatan, serta 166 ribu mengalami anemia.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.