Skip to main content
Iklan

Indonesia

Cegah keracunan, Menkes kaji rapid test MBG sebelum dihidangkan

Praktik pengecekan telah diterapkan untuk menjaga makanan jamaah haji.

Cegah keracunan, Menkes kaji rapid test MBG sebelum dihidangkan
Makan Bergizi Gratis dengan nasi, telur, tahu, tumis sayuran, serta jeruk. (Facebook/Husnul Fitriana)

JAKARTA: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengusulkan penerapan rapid test pada hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum disajikan kepada penerima manfaat. Usulan ini muncul menyusul kasus keracunan massal yang terus meningkat di berbagai daerah.

Menurut Menkes, rapid test akan dilakukan dalam dua tahap, yakni pada bahan baku termasuk air, serta pada makanan yang sudah matang. Tujuannya mencegah kontaminasi bakteri maupun zat kimia yang kerap menjadi pemicu keracunan.

Budi Gunadi menjelaskan tahap pertama rapid test dilakukan pada bahan baku dan air.

"Ada yang bisa dilakukan pengujian kualitas bahan baku. Nah, ini yang kita bicarakan dengan BGN (Badan Gizi Nasional), supaya bahan bakunya nanti termasuk airnya, kalau bisa diuji rapid," usulnya, dikutip detikHealth, Kamis (2/10).

Tahap kedua rapid test dilakukan setelah makanan matang untuk mengecek potensi kontaminasi bakteri, virus, atau bahan kimia berbahaya.

"Jenis (rapid test) kedua untuk makanan setelah jadi, ada rapid test-rapid test untuk ngecek bakterinya apa, ngecek keracunan kimianya apa," tambahnya.

Budi mencontohkan praktik serupa sudah lama diterapkan untuk menjaga makanan jamaah haji.

"Contohnya setiap pejabat negara atau kepala negara kalau mau makan kan harus di-rapid test dulu. Kita juga lakukan dengan katering haji, kan Kemenkes melakukan catering untuk 200 ribuan jamaah haji tiap musim haji, itu sudah dilakukan. Nanti itu yang akan kita ajarin teman-teman di SPPG supaya mereka bisa melakukan itu secara lebih baik," jelasnya.

Menkes juga menyinggung kemungkinan kasus keracunan MBG naik status menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) nasional. 

Meski sejumlah daerah sudah menetapkan status KLB, ia menyebut hingga saat ini belum ada pembahasan untuk menetapkan KLB keracunan makanan di level nasional.

 

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan