CCTV ungkap detik-detik terakhir diplomat Arya Daru Pangayunan: Bawa kantong kresek dan plastik
Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menargetkan hasil penyelidikan kematian bisa selesai dalam waktu satu pekan.
JAKARTA: Penyelidikan kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (39), masih terus bergulir.
Arya ditemukan tewas dengan kepala dililit lakban di kamar kosnya di Gondia Guest House, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7) pagi.
KRONOLOGI KEJADIAN-KEJADIAN SEBELUM KEMATIAN MISTERIUS
Dilansir dari Kompas.com, Jumat (11/7), rekaman CCTV dari rumah kos mengungkap aktivitas terakhir Arya sebelum ditemukan tak bernyawa.
Pada Senin malam (7/7), sekitar pukul 23.24 WIB, Arya tampak keluar dari kamar membawa kantong kresek hitam di tangan kiri. Ia mengambil sandal di depan pintu lalu masuk kembali.
Beberapa detik kemudian, Arya kembali keluar dengan kantong plastik di tangan kanan dan berjalan menyusuri lorong menuju ujung koridor. Pada pukul 23.26 WIB, ia terekam masuk kembali ke kamar — kali ini dengan kemeja lengan pendek yang kancingnya terbuka. Setelah itu, ia tidak lagi terlihat keluar kamar.
Pada pagi harinya, Selasa (8/7) pukul 07.37 WIB, dua pria yang diduga penjaga kos tampak berusaha membuka kamar Arya dari luar. Salah satu dari mereka mengenakan kemeja putih lengan pendek dan celana pendek, sedangkan pria lain memakai jaket bomber hijau.
Dalam rekaman CCTV, mereka terlihat mencongkel jendela kamar dengan obeng dan mencoba menjangkau kunci dari dalam.
Kedua pria itu mencoba membuka pintu menggunakan kartu akses yang mereka miliki, tetapi tetap tidak berhasil.
Setelah jendela terbuka, penjaga kos mencoba memasukkan tubuhnya melalui celah tersebut. Ia berusaha menjangkau kunci untuk membuka pintu kamar yang terkunci dari dalam.
Setelah upaya cukup lama dan beberapa kali gagal karena sistem smart lock yang hanya bisa diakses Arya, mereka akhirnya berhasil membuka pintu.
Begitu pintu terbuka, keduanya masuk dan mendapati Arya sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Salah satu pria tampak merekam situasi di dalam kamar. Mereka kemudian keluar dengan panik dan mencari bantuan, meninggalkan pintu kamar dalam keadaan terbuka.
Sebelumnya, Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi menyebut Arya sempat menyapa penjaga kos sekitar pukul 22.30 WIB malam sebelumnya.
"Dia nyapa penjaga kos, bilang 'Ayo, Mas' sambil ambil pesanan makanan dari ojek online," ungkap Rezha.
Arya lalu makan di ruang makan bersama, kemudian masuk kembali ke kamarnya. Tidak ada lagi aktivitas Arya yang terekam CCTV setelah itu. Komunikasi terakhir dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB, saat Arya menghubungi istrinya.
Kasus kematian Arya kini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan, timnya menargetkan hasil penyelidikan bisa selesai dalam waktu satu pekan.
"Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan. Insya Allah mudah-mudahan bisa rampung," ujarnya kepada media.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.