Skip to main content
Iklan

Indonesia

Viral bocil-bocil cuci darah di RSCM, ada apa?

Cuci darah atau hemodialisis biasanya dilakukan oleh pasien penderita gagal ginjal kronis.

Viral bocil-bocil cuci darah di RSCM, ada apa?
Ilustrasi ginjal (iStock)
25 Jul 2024 02:20PM (Diperbarui: 25 Jul 2024 03:19PM)

JAKARTA: Belakangan ini, warganet dihebohkan oleh berita viral banyaknya anak-anak yang melakukan cuci darah atau hemodialisis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Adapun cuci darah seperti diketahui adalah cara mengobati pasien gagal ginjal kronis dan umumnya diderita oleh orang dewasa.

"Asli syok, di RSCM banyak bocil-bocil. Kirain berobat apaan, ternyata pada cuci darah," tulis seorang warganet, Rabu (24 Juli).

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengkonfirmasi kebenaran berita viral itu.

Cuci darah dilakukan karena anak-anak itu menderita hematuria dan proteinuria yaitu ditemukannya darah dan protein dalam air kencing mereka.

"Ini salah satu indikator awal kerusakan ginjal. Ini menunjukkan gaya hidup anak-anak kita usia 12-18 tahun ini sangat memprihatinkan," tutur Ketua Umum IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) kepada Okezone.

dr Piprim memaparkan menurut hasil survei IDAI ditemukan 1 dari 5 anak-anak di usia itu mengalami gangguan ini.

Penyebabnya, lanjut dr Piprim, adalah pola hidup yang tidak sehat, misal sering mengonsumsi makanan atau minuman yang manis kemudian ditambah dengan begadang dan malas berolahraga.

"Tidak bisa dipungkiri sekarang kejadian obesitas meningkat pada anak-anak. Sekitar 80 persen anak diabetes (tipe 2) itu disertai obesitas. Ini pangkal mula dari segala penyakit termasuk penyakit ginjal," jelasnya.

Lebih jauh, dia menghimbau orang tua untuk mengurangi gula mulai dari gula putih hingga pemanis yang kerap ditemukan di soft drink.

“Ini salah satu penyakit yang disebut new lifestyle diseases, penyakit karena gaya hidup baru. Dan saya pikir ini perlu jadi concern semua supaya anak-anak kita tetap dikawal untuk gaya hidupnya sehat,” pungkasnya.

Di sisi lain, konsultan nefrologi anak dari RSCM dr Eka Laksmi Hidayati, SpA(K) membenarkan mengenai anak-anak yang cuci darah namun membantah lonjakan kasus.

dr Eka mengungkapkan kepada detikHealth saat ini ada sekitar 60 anak rata-rata berusia di atas 12 tahun yang menjalani terapi pengganti ginjal di RSCM.

30 di antaranya melakukan dialisis atau cuci darah rutin, sementara sisanya menjalani CAPD atau dialisis mandiri sebulan sekali.

"Nah sekali lagi dengan jumlahnya itu adalah karena kita rumah sakit rujukan, bahkan dari luar Jakarta maupun pulau Jawa yang datang ke sini," sebutnya.

Dia juga menambahkan bahwa salah satu pemicu cuci darah ini adalah kelainan bawaan mulai dari ipicu sindrom nefrotik, bentuk ginjal yang tidak normal, hingga kista ginjal.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan